Metamorfosis Lalat Lengkap Penjelasan, Proses Dan Tahapannya

Posted on

Metamorfosis Lalat

Metamorfosis lalat – Lalat merupakan salah satu jenis serangga yang erat kaitannya dengan kesan kotor bahkan jorok dan menjadi medium penyebar penyakit. Sama seperti nyamuk yang menyebarkan penyakit. Hal ini tak lepas dari kebiasaan lalat yang hinggap pada kotoran untuk memperoleh makanan. Lalat akan memuntahkan air liur kemudian memakannya kembali.

Saat makanan atau suatu tempat dihinggapi lalat, maka makanan tersebut akan terkontaminasi kuman. Setidaknya sejumlah 125 ribu. Dalam daur hidupnya, lalat mengalami metamorfosis sempurna. Dikatakan metamorfosis sempurna, karena lalat melewati 4 fase dalam pertumbuhannya. Mula dari telur, larva, pupa, hingga menjadi lalat dewasa. Untuk lebih jelasnya, berikut pemaparan secara lebih terperinci.

Tahapan Proses Metamorfosis Lalat:

Gambar Metamorfosis Lalat
@ebiologi.net

Sudah tidak asing bukan dengan hewan bernama lalat? Lalat termasuk dalam jenis serangga yang berkembang biak dengan cara bertelur. Jika dibandingkan dengan jenis serangga lainnya, lalat mempunyai tingkat reproduksi paling tinggi. Laju produksinya berkembang cukup pesat. Hal itu dikarenakan lalat memiliki kemampuan kawin yang sangat efisien dan efektif. Berikut tahapan metamorfosis lalat.

1. Telur.

Metamorfosis lalat yang pertama dimulai dari fase telur. Telur ini dihasilkan oleh lalat betina setelah dibuahi oleh spermatozoa lalat jantan. Setelah proses fertilisasi ini, induk akan bertelur. Pada umumnya oleh lalat betina, telur akan ditempelkan atau diletakkan secara berkelompok pada tempat-tempat yang kotor. Seperti pada sampah, kotoran manusia, bangkai, dan buah-buahan yang hampir busuk.

Tempat tersebut dipilih karena mengandung banyak protein yang dapat menjadi sumber makanan bagi larva lalat saat menetas. Di samping itu, tempat yang kotor dianggap lebih aman karena jauh dari jangkauan predator. Telur lalat berbentuk bulat lonjong berwarna putih dengan panjang sekitar 1 hingga 2 mm. Dalam prosesnya, telur biasanya akan menetas dalam waktu 1 hari hingga akhirnya berubah menjadi larva. Fase ini dinamakan sebagai periode embrionik.

Baca juga: Metamorfosis Nyamuk

2. Larva.

Fase kedua setelah telur menetas adalah menjadi larva. Larva yang juga disebut sebagai belatung ini tak berhenti makan untuk menyiapkan dirinya masuk pada metamorfosis selanjutnya yakni memasuki periode post embrionik. Post embrionik merupakan periode setelah lalat berubah menjadi larva. Dalam tahapan ini, larva terbagi menjadi 3 jenis, yaitu larva instar I, larva instar II, dan larva instar III. Pembagian jenis larva ini berdasarkan pada pergantian kulit yang terjadi sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.

Bentuk larva ini sangat menjijikkan karena ia memakan banyak kotoran. Seiring pergantian kulit atau molting, tubuh larva akan semakin mengeras dan membesar. Periode larva ini terbilang sangat cepat, hanya diperlukan waktu 2 hari saja untuk melaluinya. Setelah masa instar selesai atau pada periode pergantian kulit yang terakhir, larva lalat akan mencari tempat berlindung. Inilah yang menjadi tanda bahwa metamorfosis lalat telah sampai pada tahapan selanjutnya yakni fase pupa atau kepompong.

3. Pupa.

Setelah periode instar berakhir, metamorfosis lalat akan memasuki fase pupa. Pada fase ini larva akan menjadi inaktif (tidak aktif). Larva akan mencari tempat perlindungan dengan menjalani fase pupa untuk bertapa. Tempat gelap dan terlindungi dari sinar matahari langsung menjadi tempat yang biasanya digunakan untuk pupa bersarang. Tubuh yang awalnya lembek secara perlahan akan menjadi keras.

Dalam periode ini, struktur tubuh larva akan berubah menyerupai kokon, berwarna coklat dengan tekstur keras. Periode pupa berlangsung selama 1 minggu dengan tubuh terus tumbuh membelah. Pada hari ke tiga hingga ke enam, pupa secara perlahan mulai membentuk sepasang sayap. Hingga pada akhirnya keluar terbang sebagai lalat dewasa.

4. Lalat Dewasa (Imago).

Setelah melalui fase pupa, tahapan selanjutnya adalah stadium imago atau lalat dewasa. Lalat dewasa yang berhasil keluar dari pupa atau kokon akan mulai terbang. Hinggap kesana kemari untuk mencari makanan. Biasanya yang mereka cari adalah zat-zat organik yang telah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap. Masa hidup lalat terbilang sangat pendek, rata-rata hanya sekitar 21 hari saja.

Kendati demikian, setelah berumur 3 hari sejak menjadi imago, lalat betina sudah siap melakukan reproduksi. Lalat betina mampu menghasilkan lebih dari 900 butir telur dalam sekali reproduksi. Pada fase inilah lalat akan kenali meletakkan telur-telurnya untuk menghasilkan organisme-organisme baru. Inilah yang menjadi awal proses metamorfosis lalat berlangsung.

Baca juga: Metamorfosis Kupu Kupu

Demikianlah sekilas pembahasan mengenai metamorfosis lalat sekaligus tahapannya. Cukup pesat bukan pertumbuhan lalat? Bisa dibayangkan berapa jumlah lalat yang hidup dari satu ekor indukan saja? Ribuan lalat, lantas bagaimanakah cara mengendalikan populasi lalat? Hal ini penting untuk diperhatikan. Mengingat lalat menjadi sumber penyebaran penyakit yang tidak baik bagi tubuh. Langkah yang paling tepat adalah dengan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, baik sampah organik maupun anorganik.