Peninggalan Jepang di Indonesia Goa Senjata dan Bangunan Tugu

Peninggalan Jepang di Indonesia

Meriam Peninggalan Jepang

Jepang menjadi salah satu Negara yang pernah menjajah Indonesia. Meskipun hanya menjajah hanya sekitar 3,5 tahun saja, namun peninggalan Jepang di Indonesia meninggalkan luka yang tidak akan terlupakan. Hal ini bisa dilihat dari cerita para pejuang terdahulu tentang bagaimana kejamnya mereka kepada bangsa Indonesia.

Beberapa kekejaman yang pernah dilakukan antara lain menyiksa, kerja paksa hingga membunuh. Lewat cara itulah Jepang memperlakukan orang-orang Indonesia pada waktu penjajahan. Bukan hanya itu saja, kekejaman dan penyiksaan di masa tersebut bisa dilihat dari tempat-empat yang mereka tinggalkan. Misalnya saja peninggalan dalam bentuk gua di Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja peninggalan Jepang di Indonesia yang bisa dikunjungi, simak penjelasannya dibawah ini.

Bangunan Peninggalan Jepang di Indonesia:

  1. Tugu Perdamaian dan Makna Simbolis.
  2. Meriam Jepang.
  3. Bunker Jepang.
  4. Gua Klungkung, Bali.
  5. Gua Jepang Bukittinggi, Sumatera Utara.

1. Peninggalan Jepang di Balikpapan
Dalam sejarah Perang Dunia II, Balikpapan menjadi kota penemuan minyak sebagai komoditas utamanya. Tak heran bahwa saat ini kota tersebut menjadi kota industry yang perkembangannya cukup pesat. Sekitar tahun 1942, Balikpapan menjadi kota yang disinggahi Jepang setelah kota Tarakan. Menjadi kota kedua di Indonesia yang disinggahi, membuat Jepang berambisi untuk menguasai wilayah penghasil minyak tersebut yang dimulai dengan menduduki wilayah strategis di Balikpapan.

Adanya hal tersebut tentu membuat beberapa titik di Balikpapan tentu terdapat bangunan peninggalan Jepang di Indonesia. Beberapa situs bersejarah tersebut dilindungi oleh UU RI No 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan berada dibawah pengawasan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Balikpapan. Karena situs bersejarah tersebut lebih banyak difungsikan sebagai edukasi maka pengawasan di ambil alih kepada Dinas Pendidikan Kota Balikpapan.

Baca juga: Bangunan Peninggalan Belanda di Indonesia

  1. Tugu Perdamaian dan Makna Simbolis
    Tugu PerdamaianUntuk bisa ke tempat ini Anda bisa mengunjunginya di jalan Soekarno Hatta Km 13, Balikpapan. Kedua peninggalan Jepang di Indonesia ini terletak di dalam hutan yang harus ditempuh dengan jalan kaki saat memasuki gerbang pertama kalinya. Meskipun hanya bisa akses dengan berjalan kaki Anda tidak perlu khawatir. Untuk menuju ke tempat tersebut terdapat tangga-tangga kecil, namun Anda tetap harus berhati-hati karena terdapat banyak lumut yang membuat jalanan menjadi licin.
    Situs bersejarah ini memang terlihat seperti tidak terurus. Selain karena lokasinya berada di dalam hutan juga karena penjaga atau juru kunci setempat dikabarkan sedang sakit. Dibangunnya tugu perdamaian dan makam simbolis ini untuk mengenang gugurnya pasukan Jepang, Australia, dan Indonesia dalam periode Perang Dunia II.
    Di tugu perdamaian tersebut, terdapat tulisan kanji yang ditulis oleh Bapak Towa Kai pada 15 Agustus 1990 dan keterangannya yang berbunyi “Monumen Perdamaian dan Persahabatan Untuk Mengenang Orang Jepang, Indonesia, Australia Yang Gugur di Daerah Balikpapan Tersebut Semasa Perang Dunia Ke II”. Untuk makamnya sendiri, diduga kuat berisi seorang tentara Jepang yang gugur dalam Perang Dunia II. Meskipun begitu, ada pula yang menyebut makam tersebut sifatnya hanya simbolis saja.
  2. Meriam Jepang
    Meriam Jepang yang jumlahnya ada dua ini berada di Kampung Baru Ilir, Sidodadi Balikpapan. Peninggalan pada masa penjajahan Jepang di Indonesia yang mempunyai nama lain Gunung Meriam ini berlokasi di bukit, sebagai bukti bahwa saat Perang Dunia II pasukan Jepang berhasil meruntuhkan musuhnya melalui tembakan meriam dari atas bukti agar bisa menjangkau ke segala arah.
    Perlu diketahui bahwa kedua meriam tersebut merupakan meriam yang dimiliki oleh Angkatan Laut Jepang yang bernama Kaigun. Pada saat itu tengah berupaya untuk merebut sumur minyak yang berada di Balikpapan. Dan kedua meriam inilah yang menjadi saksi bisu mengenai perebutan kalang minyak yang terdapat di Balikpapan antara Jepang melawan Australia yang menyebabkan ratusan tentara Australia tewas.
  3. Bunker Jepang
    Bunker Peninggalan Jepang

    Bunker Peninggalan Jepang

    Peninggalan Jepang di Indonesia berupa bunker in berada di Barak Prajurit Batalyon Infanteri atau Yonif 600/Raider. Terdapat dua bunker di lokasi tersebut, namun jaraknya sedikit berjauhan. Ketika periode Perang Dunia II silam bunker tersebut sangat bermanfaat sebagai tempat pertahanan untuk pasukan Jepang.
    Untuk bunker pertama bentuknya cukup besar dan suasananya di dalamnya terlihat sedikit berantakan mengingat bunker tersebut sudah lama tidak digunakan. Dan sepertinya para warga dan masyarakat setempat tidak mengurusnya.
    Sedangkan untuk bunker kedua ukurannya lebih kecil dan hanya tersisa reruntuhannya saja. bahkan bunker tersebut berada di tengah area kebun jagung milik warga.

2. Gua Klungkung, Bali
Goa Jepang KlungkungMeninggalkan Pulau Kalimantan, ternyata terdapat goa peninggalan Jepang di Indonesia yang letaknya di Bali atau lebih tepatnya berada di Kabupaten Klungkung. Lokasi tersebut memang sangat strategis terlebih untuk dijadikan markas peperangan. Dibuat pada dinding tebing di pinggiran Jalan Denpasar hingga Semarapura yang di bagian atasnya terdapat sungai yang bernama Tukad Bubuh.

Saat pasukan Jepang memasuki wilayah Bali, dibuatlah Gua Klungkung tersebut yang berguna untuk tempat perlindungan para pasukan tentara Jepang dalam upaya mempertahankan diri dari serangan musuh dan pejuang nasionalis Indonesia. Mempunyai 16 lubang cabang dengan tingkat kedalaman sekitar 14 meter dan 2 lubang cabang lagi namun tidak berhubungan satu sama lain. Satu buah berada di ujung selatan dan kemudian satunya lagi berada di ujung bagian utara, sementara lubang yang lain dihubunglorong kan oleh lorong yang memanjang ke bagian arah dan selatan.

Baca juga: Peninggalan Bangsa Eropa

Konon, ada banyak tentara yang tewas di tempat tersebut di antaranya yaitu para warga sipil, para tahanan perang, dan prajurit yang didakwa tidak becus dalam menjalankan tugasnya juga akan dieksekusi mati. Karena banyak kekejaman yang dilakukan semasa itu, warga setempat mengaku sering mendengar suara, gerak langkah kaki serentak dan banyangan tanpa kepala.

3. Gua Jepang Bukittinggi, Sumatera Utara

Goa Jepang di Bukit TInggi Sumatera

Goa Jepang di Bukit TInggi Sumatera (gosumatera.com)

Lokasi peninggalan Jepang di Indonesia yang satu ini berada di dalam Taman Panorama yang masih berada di wilayah Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Apabila Anda hendak berwisata melihat Jam Gadang, maka akses untuk sampai gua yang satu ini juga sangat mudah kerena lokasinya yang cukup dekat dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Terdapat sekitar 21 lubang untuk mengantarkan pengunjung ke ruangan tertentu dengan fungsinya yang masing-masing asih terhubung satu sama lain. Selain terdapat ruang penyiksaan yang dulunya digunakan untuk menginterogasi musuh, ada pula ruang penjara yang dijadikan kuburan masal. Ada pula sebuah ruangan yang dinilai paling mengerikan yaitu bernama Dapur.

Tidak seperti dengan saput tempat masak pada biasanya, namun dapur yang terdapat pada peninggalan Jepang di Indonesia ini merupakan tempat penjagalan manusia. Dulunya para buruh romusha yang keadaannya sakit-sakitan atau sekarat akan dikirim ke Dapur untuk selanjutnya dimutilasi. Mayat maupun potongan tubuh mereka yang dimutilasi tersebut dibuang melalui salah satu lubang yang terhubng ke sebuah sungai di Bukittinggi, Ngarai Sianok. Adanya peristiwa mengerikan tersebut tentunya menjadikan suasana di sekitar Gua Bukittinggi masih kental akan nuansa mistis, horror dan mencekam. Beberapa pengalaman mistispun kerap dialami oleh para pengunjung.

Baca juga: Bangunan Peninggalan Inggris

Nah, itulah beberapa peninggalan Jepang di Indonesia yang bisa Anda sambangi untuk mengisi waktu liburan Anda bersama keluarga dan juga menambah wawasan sejarah pada masa penjajahan Jepang.

Peninggalan Jepang di Indonesia Goa Senjata dan Bangunan Tugu | perpus | 4.5
Leave a Reply