Tarian Bengkulu

Posted on

Tarian Bengkulu

Tarian Bengkulu adalah salah satu aset budaya yang masih dilestarikan. Indonesia terkenal dengan Negara berjuta kebudayaan, dimana kebudayaan tersebut tersebar di seluruh daerah. Selain lagu daerah, tarian juga mencerminkan identitas bangsa. Agar budaya tidak hilang atau mati, masyarakat wajib melestarikan warisan tersebut.

Setiap tarian mengandung banyak nilai sosial yang tersimpan. Gerak yang mengikuti irama tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga terdapat maksud yang ingin disampaikan. Gerakan yang diciptakan sedemikian rupa agar dapat dinikmati dan tersampaikan pesan dari tujuan tarian.

Terdapat beberapa jenis tari berdasarkan koreografinya, diantaranya tarian tunggal, berpasangan, kelompok, dan tari kolosal. Jenis tari tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan jumlah penari. Fungsi tari juga terkadang berbeda, seperti sebagai sarana hiburan, acara budaya, dan berfungsi sebagai bentuk ibadah.

Sedangkan pengertian tarian Bengkulu adalah tarian yang berasal dari Provinsi Bengkulu, Sumatera. Tarian tersebut berasal dari peninggalan budaya orang-orang terdahulu atau tari yang diciptakan oleh masyarakat dan akhirnya menjadi identitas daerah. Fungsi tarian yaitu sebagai sarana hiburan, penyambutan, dan sebagai bagian dari upacara adat.

Macam Macam Tarian Adat Bengkulu :

1. Tari Sekapur Sirih.

Tari Sekapur Sirih Bengkulu
@romadecade.org

Tari Sekapur Sirih yang biasa disebut juga tari persembahan menjadi pembuka salah satu tarian dari Bengkulu. Sama seperti dengan namanya, tari ini biasa digunakan untuk menyambut tamu. Dahulu, tari ini digunakan untuk penyambutan raja atau pangeran. Dan saat ini, tarian Sekapur Sirih juga digunakan ketika acara pernikahan.

Tari Sekapur Sirih terdiri dari 5 penari atau lebih, biasanya dalam jumlah ganjil. Diiringi dengan musik perpaduan antara gong, kulintang, suling, dan redap. Alunan musik tersebut membawa mereka menari lemah gemulai dengan balutan busana dan atribut lain khas dari daerah Bengkulu.

Jumlah penari ganjil karena satu dari penari harus membawa lengguai. Untuk keselarasan bentuk, penari pembawa lengguai berada di tengah diantara yang lain. Lengguai tersebut biasanya diberikan kepada tamu agung sebagai bentuk penghormatan.

2. Tari Kejei.

Tari Kejei Bengkulu
@marpencamiken.blogspot.com

Tari Kejei berasal dari daerah Rejang Lebong, Bengkulu. Tarian ini masih dianggap sakral oleh masyarakat. Penari terdiri dari lelaki perjaka dan wanita yang masih suci. Tari ini biasa digunakan ketika acara ritual dan acara adat setempat. Masyarakat masih meyakini jika tarian ini mengandung mistis.

Tarian ini terdiri dari beberapa penari, biasanya dalam bentuk kelompok. Mereka membentuk lingkaran yang saling berhadapan dan menari mengikuti iringan musik. Ciri khas dari musik yang mengiringi tarian berasal dari alat musik bambu seperti gong, kolintang, dan seruling.

Tak seperti tari lainnya, tari ini harus disertai pemotongan kerbau atau sapi. Oleh karena itu, hanya keluarga yang mampu biasanya mengadakan ada dengan tarian ini. Beberapa ketentuan tarian Kejei yaitu, pelaksanaan minimal 3 hari berturut-turut, marga tuan rumah harus mengundang marga lain dan melayani tamu dengan sebaik-baiknya.

Lihat juga: Tarian Riau Beserta Penjelasannya

3. Tari Andun.

Tari Andun Bengkulu
@blogkulo

Nah, tarian ini cocok untuk kalian yang belum menemukan jodoh. Selain sebagai sarana hiburan, tari ini juga berfungsi sebagai ajang mencari jodoh yang dilaksanakan setelah musim panen padi. Seiring berjalannya waktu, tari ini berubah fungsi menjadi tari penyambutan tamu dan acara pernikahan.

Melihat dari sejarahnya, tarian ini digunakan untuk mencari pasangan, sehingga tarian lebih banyak ditarikan secara berpasangan. Namun, tidak jarang juga ditarikan oleh perempuan yang belum menikah. Pelaksanaannya di malam hari acara pernikahan, diiringi dengan alat musik tradisional Kolintang.

Busana yang dikenakan untuk menari juga sangat sederhana. Untuk penari laki-laki bisa mengenakan baju adat, Jas/blezer dan sarung, serta mengenakan peci atau topi adat. Sedangkan penari wanita bisa menggunakan kebaya atau baju adat lainnya.

Meskipun gerakan tari ini cukup mudah, tarian ini sudah mulai menghilang. Karena di era modern, banyak yang memilih musik untuk hiburan di pesta pernikahan. Tarian dan upacara adat tergantikan oleh hiburan musik populer.

4. Tari Napa.

Tari Napa Bengkulu
@pedomanbengkulu.com

Tari Napa adalah salah satu tarian Bengkulu Selatan. Tari ini banyak digunakan di beberapa acara adat maupun sebagai tarian penyambutan. Namun, tidak jarang juga digunakan untuk memeriahkan acara di hari-hari besar.

Tarian yang berasal dari warisan nenek moyang ini, masih terjaga kelestariannya. Penari berwajah garang dan memiliki sorotan mata yang tajam, dengan gagahnya menarikan gerakan seperti jurus pencak silat. Tak jarang juga yang menggunakan senjata tajam dan benar-benar berkelahi.

Tarian ini menceriakan pertarungan dua orang yang beradu kekuatan. Tarian biasa dilakukan di siang hari pesta pernikahan. Tak jarang tari Napa didahului oleh tari Dendang. Ada yang mengatakan bahwa, tari Napa tidak sah tanpa didahului oleh tari Dendang.

Lihat Juga: Tarian Bangka Belitung dan Gambarnya

5. Tari Lanan Balek.

Tari Lanan Balek Bengkulu
@budayalokal.id

Tari Lanan Balek memiliki sejarah seperti kisah jaka tarub. Cerita rakyat yang menceritakan seorang bidadari kehilangan selendang. Ternyata selendang tersebut dicuri oleh seorang pemuda yang kemudian menjadi suaminya. Setelah selendang ditemukan, bidadari tersebut kembali kekhayangan dan meninggalkan suaminya.

Begitulah alur gerakan dari tari Lanan Balek. Layaknya sebuah cerita rakyat yang disampaikan melalui gerakan dengan diiringi musik. Pesan dalam cerita dapat tersampaikan dengan indah dan menghibur.

Seperti melihat bidadari dalam bentuk nyata yang begitu cantik dengan balutan baju khas Bengkulu dan perhiasan yang menambah elok penari. Sayangnya, tidak mudah untuk bisa menemukan tarian ini. Hanya acara tertentu yang menampilkan tarian Lanan Balek.

6. Tari Ganau.

Tari Ganau Bengkulu
@budaya-indonesia.org

Tari Ganau adalah salah satu tarian yang banyak disukai oleh masyarakat, terutama masyarakat lokal, Bengkulu. Sama seperti jenis tari lainnya, tarian ini biasa ditampilkan di beberapa acara adat, sebagai sarana hiburan, dan tari persembahan untuk tamu.

Yang menjadi daya tarik dari tarian ini adalah gerakan tari dengan tempo lambat yang kemudian semakin cepat. Hentakan kaki yang serentak dalam formasi yang kompak serta cepat memberikan kesan menarik dan menjadi nilai tambah tersendiri. Selain itu, keindahan tarian juga didukung oleh iringan musik dari mandolin, rebab dan rendang, sehingga tercipta sebuah pertunjukan yang wajib diapresiasi.

Setiap gerakan memiliki makna tersendiri. Tangan yang bergerak mengikuti iringan musik, memiliki pesan yang ingin disampaikan. Begitu juga dengan formasi yang dibuat sedemikian rupa. Tari tradisional ini banyak dilirik oleh para seniman. Sehingga saat ini, telah banyak kreasi dari tari Ganau yang tidak kalah heboh dan keren.

Tarian dari Bengkulu sebagian besar dari warisan nenek moyang, terutama tarian tradisional. Tarian akan punah tanpa pelestarian. Perlahan, konten dalam tarian baik gerakan maupun bagian lain, sering diubah berdasarkan perkembangan zaman. Tak jarang juga tarian tersebut berevolusi seperti tarian yang lahir dalam bentuk baru.

Baca juga: Baju adat Jambi serta keunikannya

Bagaimana bentuk dan fungsi tarian, tetap harus disimpan dan dilestarikan sebagai identitas bangsa. Identitas yang unik dan Indonesia banget. Banyaknya jenis tarian dari berbagai daerah, dimana setiap tarian memiliki ciri khas masing masing. Hal tersebut menunjukan dan mempererat Indonesia sebagai negara Bhinneka Tunggak Ika, berbeda-beda namun tetap satu.