Metamorfosis Capung: Gambar, Tahapan dan Penjelasannya

Posted on

Metamorfosis Capung

Metamorfosis capung berjalan secara tidak sempurna. Tidak seperti kupu-kupu yang memiliki daur hidup yang sempurna, capung tidak mengalami proses pupa dalam daur hidupnya. Capung sendiri adalah jenis serangga yang sudah di zaman purba dulu tepatnya sejak 300 jutaan lebih. Kita bisa menemukan capung di banyak wilayahnya, namun, umumnya serangga ini hidup di wilayah tropis.

Sebenarnya, tidak jauh berbeda dengan serangga umumnya, capung memiliki tubuh libellula depressa. Maksudnya bahwa capung juga memiliki 3 bagian pada tubuhnya, yaitu kepala, badan, dan kaki. Kepala capung umumnya dipenuhi oleh dua mata besar capung serta bagian wajah lainnya.

Thorax atau dada capung tidak dapat dilipat karena pada sisinya terdapat 4 sayap yang panjang. Sedangkan untuk perutnya cenderung abdomen atau memiliki 10 segmen. Seperti halnya serangga lain, capung juga memiliki 3 pasang kaki yang terletak di bawah sayap. Nah, berbicara tentang capung, apakah Anda mengetahui proses metamorfosis capung? Jika Anda ingin mengetahuinya, simak ulasannya sebagai berikut!

Proses Metamorfosis Capung:

Proses Metamorfosis Capung
@ebiologi

Metamorfosis binatang dibagi menjadi dua macam yaitu metamorfosis secara sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Contoh metamorfosis sempurna yaitu lalat, katak, kupu-kupu dan lainnya. Sedangkan untuk metamorfosis tidak sempurna salah satunya adalah Capung. Apa maksud dari metamorfosis tidak sempurna itu? Menurut definisinya, metamorfosis sempurna berarti daur hidup yang komplet dialami oleh binatang tertentu.

Daur hidup untuk metamorfosis adalah telur, jentik atau larva, pupa, dan imago. Binatang dikatakan memiliki metamorfosis tidak sempurna jika ia tidak mengalami tahapan pupa atau kepompong. Berikut adalah proses metamorfosisnya:

1. Tahapan Telur.

Sebelum masuk tahapan ini, umumnya capung beterbangan di udara untuk melakukan perkawinan. Proses tersebut berlangsung cukup panjang hingga akhirnya capung betina berhasil bertelur. Ketika mengeluarkan telur, induk akan mencari tempat khusus untuk meletakkan telurnya.

Biasanya, mereka akan menempelkan telur-telurnya di batas permukaan tanaman yang dekat air. Tanaman yang dipilih pun tidak asal. Biasanya si induk akan mencari tempat yang bersih dari polusi. Ia juga akan memastikan bahwa ada banyak mikroorganisme di dalam air yang dapat dimakan oleh larva Capung. Dalam sekali bertelur, induk Capung bisa mengeluarkan sekitar 100.000 butir telur.

Bagi yang belum tahu bagaimana bentuk dan kondisi telur capung berikut penjelasannya. Secara umum telur capung diselimuti dengan lendir yang mana akan terasa licin saat dipegang. Selain itu telur capung ini akan menetas dalam waktu dua sampai tujuh hari yang tergantung dengan kondisi iklim tempat telur berada. Jika cuaca atau iklimnya dingin maka butuh waktu lebih lama untuk telur capung menetas.

Baca juga: Metamorfosis Kupu Kupu

2. Tahapan Nimfa.

Selanjutnya adalah tahapan nimfa yang mana telur yang sudah menetas akan berubah menjadi larva dan selanjutnya akan berkembang serta di perairan. Perlu diketahui bahwa pada kondisi ini larva akan menggunakan insang internal sehingga bisa bernafas pada saat di air. Meski begitu larva capung ini juga bisa hidup di darat walau dipindahkan dalam waktu berjam-jam. Nimfa capung ini memiliki tubuh yang bisa dikatakan lebih besar dan hidup sebagai hewan karnivora.

Pada tahap ini nimfa capung akan menjadi hewan yang ganas dan memakan berudu, anak ikan atau bahkan memangsa sesamanya. Nimfa ini bisa bernafas menggunakan insang yang terdapat di dalam rektum di ujung perut. Selanjutnya nimfa capung ini juga akan mengalami beberapa pergantian kulit eksidis.

Umumnya setiap tahap pergantian kulit pada nimfa disebut dengan istilah instar tergantung dengan jenis spesiesnya. Pergantian kulit pada nimfa capung ini terjadi hingga 8-12 kali. Untuk rentan umurnya, biasanya umur nimfa ini 4 minggu atau bahkan sampai beberapa tahun. Perlu diketahui bahwa siklus hidup yang dialami capung ini paling banyak dihabiskan pada tahapan nimfa ini yaitu 4 tahun lamanya.

Baca juga: Metamorfosis Lebah

3. Tahapan Capung Dewasa.

Setelah melewati tahapan nimfa maka tahapan selanjutnya atau tahapan terakhir dalam metamorfosis capung adalah tahap capung dewasa. Ketika sudah berkembang dengan sempurna baik dalam lingkungan maupun cuacanya maka nimfa akan menyelesaikan tahapan metamorfosisnya.

Setelah capung menyelesaikan metamorfosisnya pada tahap nimfa maka nimfa capung tersebut akan berubah menjadi capung dewasa. Pada fase ini biasanya capung dewasa akan merayap keluar dari air dengan menggunakan bantuan dedaunan atau ranting tanaman. Seekor capung akan dianggap menjadi capung dewasa ketika ia benar-benar berhasil keluar dari kulit nimfa. Umumnya kulit nimfa ini disebut dengan istilah exuvia.

Perlu diketahui bahwa capung muda akan memiliki sayap namun belum berkembang secara sempurna atau maksimal. Bagi Anda yang melihat pada fase ini akan dapat melihat beberapa bagian pada kepala capung. Kondisi tubuhnya pun masih terbilang lunak dan warnanya belum sempurna atau merata. Ketika capung ini bisa bertahan hidup dari seleksi alam, capung muda ini akan berubah menjadi capung dewasa yang lebih sempurna. Umumnya capung dewasa ini dapat hidup selama dua sampai empat bulan lamanya.

Baca juga: Metamorfosis Semut

Demikian beberapa tahapan metamorfosis capung yang mungkin belum begitu Anda tahu. Hampir sama dengan hewan-hewan yang masuk jenis metamorfosis tidak sempurna, capung juga mengalami 3 fase perkembangan. Mulai dari tahapan telur hingga tahapan capung dewasa. Semoga informasi diatas bermanfaat!