Rumah Adat Jawa Barat Lengkap Beserta Gambar dan Keterangannya

Posted on

Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Adat Jawa Barat – Adat masyarakat jawa barat sangat identik dengan sifat ramah dan sopan. Bandung sebagai ibukota jawa barat yang mendapat julukan sebagai paris van java selalu mencuri perhatian, khususnya dalam bidang pariwisata. Pariwisata jawa barat sangat kompleks dan juga unik. Begitu pula dengan rumah adat Jawa Barat yang mempunyai berbagai macam jenis.

Rumah Adat Jawa Barat ini merupakan salah satu dari kekayaan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Sehingga harus tetap dilestarikan dan juga harus diketahui oleh semua pihak atau warga Indonesia. Karena dengan begitu rasa cinta tanah air akan terus tumbuh. Bagi Anda yang ingin mengetahui, berikut ini perpustakaan.id akan bagikan untuk Anda.

Rumah Adat Jawa Barat dan Keterangannya:

Imah Badak Heuay

Imah Badak Heuay
Imah Badak Heuay @alimustikasari.com

Badak heuay memiliki arti yang cukup unik, yaitu seekor badak yang menguap. Keunikannya terletak pada bagian atap yang menyerupai badak yang menguap. Saat diperhatikan dengan seksama bentuk atap belakang sampai tepi, akan nampak seperti badak yang menguap. Namun secara keseluruhan, desain atap dari rumah ini seperti tagog anjing.

Imah badak heuay ini banyak dijumpai di daerah sukabumi. Bentuk desain atap dari rumah ini memang masih menjadi bentuk atap utama bagi masyarakat sukabumi. Oleh karena itu rumah adat ini masih dilestarikan hingga sekarang, walaupun sudah tersedia desain rumah minimalis yang lebih baik, tidak melupakan desain atap rumah badak heuay.

Imah Togog Anjing

Imah Togog Anjing
Imah Togog Anjing

Rumah atau imah togog anjing ini mempunyai arti anjing duduk. Desain atap dari rumah ini memiliki 2 lapis. Atap yang atas berbentuk segitiga, lalu atap bawahnya menyambung dari atap atas dan menjorok sedikit pada bagian depan. Bagian atap bawah yang menjorok ke depan digunakan sebagai peneduh bagian teras depan. Jenis dari atap rumah ini juga disebut dengan sorondoy.

Desain dari rumah togog anjing ini dapat dijumpai di daerah garut. Keunikan rumah adat Jawa Barat juga digunakan dalam desain modern, terutama pada area pariwisata. Hal ini sekaligus memperkenalkan sekaligus melestarikan rumah adat mayarakat jawa barat.

Bentuk atap dari rumah ini sering digunakan pada masyarakat setempat. Selain itu juga terdapat tempat peristirahatan yang menggunakannya. Misalnya pada hotel, villa, bungalow serta homestay juga mempertahankan desain rumah ini.

Baca juga: Kebudayaan Jawa Tengah

Imah Julang Ngapak

Imah Julang Ngapak

Arti dari imah julang ngapak adalah burung yang menepakkan sayap. Begitu pula dengan desain atap dari rumah ini yang nampak seperti burung yang sedang mengepakkan sayap. Bentuk dari atap rumah ini melebar pada setiap bagian sisi. Pada bagian atas terdapat kayu yang berbentuk huruf ” v “, sehingga secara keseluruhan menyerupai burung yang mengepakkan sayapnya.

Pada bagian bubungan, dilengkapi dengan cagak gunting atau capit hurang. Bentuk tersebut mempunyai fungsi mencegah air hujan yang merembes. Terutama pada bagian pertemuan anatara atap. Atap dari rumah julang ngapak ini banyak dijumpai di daerah tasikmalaya. Hal yang paling istimewa dari rumah adat Sunda ini adalah digunakan pada kampus ternama di Indonesia. Beberapa gedung yang berada di kampus ITB menggunakan bentuk atap dari rumah adat ini.

Imah Jolopong

Imah Jolopong
Imah Jolopong @ekspektasia.com

Rumah adat Jawa Barat Jolopong ini mempunyai arti terkulai atau tegak lurus. Bentuk atap dari rumah ini pun juga sangat sederhana. Desain atap berbentuk segitiga sama kaki. Imah atau rumah jolopong ini juga disebut dengan suhuan. Bagi masyarakat sunda, rumah ini cukup istimewa. Sebab bentuk rumah ini yang sederhana, sehingga mudah dibuat dan tidak memerkukan bahan material yang banyak.

Bentuk rumah ini sering dijumpai di daerah garut. Namun sebagian daerah jawa barat juga menggunakan bentuk rumah ini. Beberapa gedung pemerintahan pun juga menggunakan desain rumah ini.

Imah Perahu Kumureb

Imah Perahu KumurebImah perahu kumureb juga disebut dengan imah perahu tengkurep. Arti dari rumah adat masyarakat jawa barat ini adalah perahu terbalik atau perahu yang tengkurap. Desain dari rumah ini berbentuk bidang trapesium, sehingga menyerupai perahu yang terbalik.

Dari jenis yang ada, rumah perahu tengkurep sangat jarang ditemukan. Sebab rumah ini memiliki suatu kelemahan, yaitu mudah bocor. Sebagian besar dari daerah jawa barat yang memiliki curah hujan cukup tinggi, membuat desain dari rumah ini sangat tidak efektif. Akan tetapi ada beberapa daerah yang masih mempertahankan desain dari rumah perahu tengkurep ini. Hanya di daerah ciamis yang masih dijumpai rumah adat ini. Namun hanya beberapa rumah saja.

Imah Capit Gunting

Imah Capit Gunting
Imah Julang Ngapak @id.wikipedia.org

Imah capit gunting ini adalah rumah adat tertua yang ada di jawa barat. Sebutan lain untuk imah capit gunting ini adalah susuhunan. Lalu ada juga sebutan lain untuk desain rumah ini, yaitu undagi atau tata arsitektur. Arti dari imah capit gunting adalah gunting atau pisau yang dalam posisi menyilang. Dalam bahasa sunda sendiri, capit mempunyai arti menjepit atau mencapit sesuatu. Sedangkan gunting adalah gunting, sebuah alat yang digunakan untuk memotong.

Desain atap dari rumah ini juga menyerupai gunting atau pisau yang sedang dalam posisi menyilang. Baik pada bagian ujung atap depan maupun belakang terdapat sebuah bambu. Posisi bambu tersebut membentuk huruf ” x “.
Kebedaradaan rumah ini jarang dijumpai, sebab rumah adat ini merupakan rumah yang paling kuno. Untuk saat ini sabagian besar masyarakat jawa barat menggunakan desain rumah minimalis dan rumah adat lainnya. Namun beberapa tempat wisata terdapat desain rumah adat ini.

Rumah Adat Kasepuhan

Keraton Kasepuhan
@lifeblogid.com

Rumah Adat Jawa Barat Kasepuhan adalah keraton atau istana yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana pada 1527. Pembangunan dari keraton ini adalah untuk perluasan dari keraton Pakungwati. Sedangkan Pangeran Cakrabuana adalah putra dari Pabu Siliwangi yang merupakan raja dari Kerajaan Padjajaran.

Keraton ini terdiri 3 buah bagian, antara lain :

  1. Pintu gerbang utama
    Gerbang utama dari pintu keraton terdapat 2 bagian, yaitu bagian utara dan selatan. Pintu gerbang utama bagian selatan disebut dengan kreteg pangwarit. Gerbang ini hanyalah berupa suatu jembatan. Sedangkan gerbang utama bagian selatan disebut dengan lawangsanga yang berarti pintu sembilan.
  2. Bangunan pancaratna.
    Bangunan ini terletak di bagian barat keraton. Fungsi dari bangunan pancaratna adalah sebagai ruang atau gedung serba guna. Bangunan ini mengharap ke arah pembesar desa yang akan diterima oleh wedana atau demang.
  3. Bangunan pangrawit.
    Bangunan Kesepuhan ini disebut juga dengan pancaniti. Arti dari panca adalah lima mata atau lima atasan. Bangunan ini terletal di komples bagian depan kiri dan menghadap ke arah utara.

Bangunan ini memiliki 3 macam fungsi. Fungsi yang pertama adalah sebagai tempat pelatihan para prajurit kerajaan. Fungsi kedua adalah tempat berteduh atau hanya sekedar beristirahat. Untuk fungsi yang ketiga adalah sebagai tempat pengadilan.

Itulah jenis bangunan yang dapat dijumpai di provinsi jawa barat. Rumah adat Jawa Barat memilki beberapa macam rumah adat. Di dalam masyarakat sunda juga memiliki satu buah rumah adat tertua. Serta keraton kasepuhan yang merupakan ikon pariwisata keraton provinsi jawa barat. Desain dari atap rumah adat masyarakat jawa barat saat ini telah mendapat sentuhan modernisasi.