Tarian Kalimantan Selatan

Posted on

Tarian Kalimantan Selatan yang kaya akan budaya dan tradisi seperti halnya daerah lain di Indonesia. Terdapat dua kelompok tari tradisional yang ada di Kalimantan yakni tari adat suku Banjar dan tari adat suku Dayak. Tarian tradisional dari suku Banjar ini telah ada sedari dulu dan gerakan tarinya dipengaruhi oleh suku Jawa.

Sedangkan tarian tradisional suku Dayak merupakan tarian yang berasal dari Kalimantan. Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi tentang tarian adat Kalimantan Selatan, berikut adalah tarian kalimantan selatan beserta penjelasannya.

Tarian Adat Kalimantan Selatan:

1. Tarian Maryam Tikar.

tari maryam tikar
@kamerabudaya

Tari Maryam tikar adalah salah satu tarian yang berasal dari Kalimantan Selatan tepatnya Kabupaten Tapin. Tari Maryam tikar diciptakan oleh Muhammad Yusuf yang merupakan ketua dari Sanggar Tari Buana Buluh Merindu. Tarian ini menjelaskan tentang sekelompok remaja dari desa yang bernama Margasari.

Kata tikar pada tarian ini dikarenakan para remaja dari daerah Margasari ini melakukan aktivitas menganyam tikar. Tari Maryam tikar ini biasa dibawakan kurang lebih oleh 10 orang penari yang seluruhnya adalah wanita. Tari ini dilakukan selama 6 menit dengan menggunakan busana tradisional Kalimantan.

2. Tarian Tandik Balian.

tari tandik balian
@kamerabudaya

Tari Tandik Balian merupakan salah satu tari tradisional suku Dayak Warukin. Dinamakan Dayak Warukin karena tarian ini berasal dari Suku Maanyan yang tinggal di desa Haus dan desa Warukin. Desa ini terletak di Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan di mana banyak ditemukan suku dayak warukin.

Suku Dayak Warukin merupakan sub suku dari Suku Maanyan. Suku Maanyan memiliki tradisi upacara Balian bulat. Kemudian terdapat satu atraksi kesenian dalam upacara ini. Oleh karena itu, terciptalah tari tandik balian. Tarian ini biasanya dilakukan oleh kaum pria dengan menggunakan penutup kepala dan celana serta gelang tangan.

Lihat Juga: Pakaian Adat Dayak Lengkap

3. Tarian Babangsai.

Tarian Babangsai adalah salah satu tarian yang berasal dari suku Dayak Bukit. Tarian ini pada asalnya adalah ritual yang sering dilakukan oleh suku dayak. Gerakan tari Babangsai sedikit mirip dengan tari Kanjar. Jika tari Kanjar dibawakan oleh kaum pria, tari Babangsai ini dibawakan oleh wanita. Tarian ini memiliki ciri khas gerakan berputar mengelilingi satu poros yang merupakan altar. Altar ini biasa digunakan sebagai tempat sesaji yang diperuntukan bagi dewa / tuhan. Tarian ini juga dinilai serupa dengan salah satu upacara ritual Suku Dayak Ot Danum.

4. Tarian Kanjar.

Tarian Kalimantan Selatan yang selanjutnya adalah Tarian Kanjar. Tarian Kanjar atau tari kanjar adalah salah satu budaya Hindu Kaharingan. Tari ini termasuk ke dalam ritual suku Dayak Bukit yang beragama Hindu ketika terdapat upacara religi. Dalam bahasa Kalimantan, tari Kanjar disebut juga ba-Kanjar yang bisa dibawakan oleh para lelaki kaum Dayak Bukit. Tari ini sesungguhnya sama dengan Tarian Babangsai yang dibawakan oleh para wanita, hanya saja penyebutan yang berbeda. Tarian ini juga memiliki ciri khas berputar-putar mengelilingi sebuah poros tempat korban atau sesaji.

5. Tarian Baksa Tameng.

Tarian Baksa tameng merupakan salah satu tarian tradisional khas suku Banjar. Sesuai dengan namanya, tameng, tarian ini dibawakan dengan penarinya yang memakai tameng atau perisai. Perisai yang digunakan hanyalah perisai kecil sebagai pelengkap tarian dan juga sebuah keris yang dipegang oleh penari. Gerakan dalam tarian Baksa Tameng ini cukup unik. Awalnya, para penari melakukan gerakan yang perlahan-lahan, namun seiring dengan irama music tarian ini berubah menjadi semakin cepat.

Gerakan yang dilakukan dengan cepat tersebut menggambarkan bentuk pertarungan. Tarian ini biasa dibawakan oleh laki-laki yang menggunakan pakaian tradisional seperti panglima perang. Tarian ini diiringi dengan music gamelan dan music tradisional. Lagu yang sering digunakan untuk tarian Baksa Tameng ini adalah lagu Parang Caoat dan Parang Lima.

6. Tarian Baksa Kembang.

tari baksa kembang
@kamerabudaya

Tari Baksa Kambang merupakan salah satu tarian tradisional khas suku Banjar. Tari ini biasa dibawakan sebagai tari penyambutan tamu yang Agung yang datang ke Kabupaten Kalimantan Selatan. Tarian kalimantan selatan baksa kambang ini biasanya dibawakan oleh satu orang penari wanita atau beberapa penari wanita.

Terdapat aksesoris khusus yang digunakan para penari yakni rangkaian bunga mawar atau yang disebut Bogam. Selain itu para penari juga menggunakan mahkota yang disebut Gajah Gemuling. Mahkota ini ditatah atau disanggah oleh kembang goyang yang terbuat dari bogam kecil. Selain mahkota, para penari juga menghiasi kepalanya dengan anyaman daun kelapa yang disebut dengan halilipan.

Tarian Baksa Kambang ini menggambarkan sekelompok remaja yang putra putri dengan paras cantik yang bermain di taman bunga. Bunga yang ada di taman tersebut diambil dan diragkai oleh para remaja tersebut menjadi kembang bogam. Kemudian rangkaian kembang bogam ini dibawa oleh para penari dengan riang dan mereka melanjutkan tarian mereka.

Tarian ini diiringi dengan alat musik khas Kalimantan Selatan berupa tetabuhan atau gamelan. Lagu yang digunakan dalam tari ini adalah lagu Kambang Muni, Jangklong ataupun Ayakan. Sebenarnya, terdapat beragam versi dari tarian Baksa Kambang ini dikarenakan terdapat beragam gaya. Ciri khas dari tarian Baksa Kambang ini adalah jumanang, Kijik, Lagureh, dan Tapung Tali. Gerakan tersebut adalah ciri khas dari tarian ini.

Di Kalimantan Selatan, pernah juga diadakan pelatihan tari Baksa Kambang di mana semua para pelatih Baksa Kambang berkumpul menjadi satu. Hal ini disebabkan karena banyaknya versi tarian Baksa Kambang sehingga harus ada satu versi yang baku.

7. Tarian Baksa Dadap.

Tarian Baksa Dadap adalah salah satu tari tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Tari ini adalah salah satu tarian yang disuguhkan di keraton Banjar. Tarian ini dibawkaan oleh para penari yang memegang busur anak panah. Para penari ini disebut dengan dadap. Para penari melompat sambil membawa senjata dan dengan mengangkat salah satu kaki. Tarian ini memiliki gerakan yang sangat cepat yang menggambarkan keadaan berperang dan mereka sedang mempertahankan diri. Jadi, tarian ini menggambarkan suasana peperangan.

8. Tarian Radap Rahayu.

tari radap rahayu
@kamerabudaya

Tarian radap rahayu merupakan salah satu tari klasik yang asalnya dari Banjarmasin. Tari ini sering dibawakan ketika melakukan penghormatan dan menyambut tamu. Berasal dari kata beradap-adap yang berarti bersama-sama atau berkelompok. Sedangkan kata Rahayu berarti kemakmuran atau kebahagiaan.

Dulunya, tari ini digunakan untuk menolak bala dan merupakan salah satu ritual warga Banjarmasin. Namun kini tari radap rahayu ini dibawakan saat upacara kehamilan, kematian, dan juga pernikahan.

Lihat Juga: Rumah Adat Indonesia Dari Sabang sampai Merauke

9. Tarian Bagandut.

Tarian ini adalah salah satu tarian yang dilakukan berpasangan yang mirip dengan tari ronnggeng. Tarian ini dahulu sangat terkenal di wilayah kerajaan Banjar. Namun, setelah tahun 1960 an tarian ini tidak lagi berkembang. Hal ini dikarenakan masuknya agama Islam di Kalimantan.

10. Tari Tantayungan.

Tarian ini ciri khas suku Banjar yang biasa diiringi oleh karawitan dan gong. Paduan iringan music ini sangat khas. Tarian ini biasanya dipertunjukan di desa-desa.

Tari Kalimantan Selatan di atas sangat perlu kita lestarikan, karena tarian ini merupakan salah satu kekayaan Budaya Indonesia yang sangat sayang jika punah atau sudah tidak ada yang bisa melakukannya lagi.