Tarian Banten

Posted on

Tarian BantenTarian Banten yang banyak dikenal orang saat ini nyatanya lebih dari satu. Hal ini terindikasi dengan jelas dari wilayah teritorial provinsi Banten yang cukup luas. Beragam adat dan budaya sudah pasti melekat erat dengan wilayah ini. Terlebih lagi sejarah pemekaran wilayah ini lantaran lepas dari provinsi Jawa Barat sejak tahun 2000, tentu penuh nilai historis di tengah masyarakat.

Kita tahu, tari Banten adalah salah satu tarian yang cukup terkenal di Indonesia. Ada banyak tarian dari daerah Banten yang utamanya sering disuguhkan oleh masyarakat setempat pada acara-acara ritual tertentu. Penduduk provinsi Banten yang tersebar di 4 kabupaten/kota memiliki kekhasan tarian masing-masing. Beberapa diantaranya bahkan terkenal hingga ke nasional dan menarik wisatawan asing.

Kita tahu bahwa Banten dulunya adalah bagian dari salah satu provinsi besar di pulau Jawa, yaitu Jawa Barat. Hingga pada tahun 2000 wilayah ini mengalami pemekaran dan memisahkan diri menjadi provinsi tersendiri. Atas dasar itulah saya menilai bahwa tidak mengherankan jika Banten kaya akan tradisi dan adat istiadat termasuk seni tari di dalamnya.

Mari kita ulas 7 diantara tarian Banten yang masih lestari dan populer hingga sekarang. Semoga ulasan ini bisa menjawab pertanyaan di sekolah atau pertanyaan seputar “tarian Banten tts” untuk kamu yang gemar mengisi teka teki silang. Baiklah kita mulai saja. Nah, apa saja tari Banten yang masih tetap lestari sampai sekarang? Saya akan coba mengulas lebih jauh tentang tarian Banten dan penjelasannya pada artikel kali ini.

Macam Macam tari adat Banten :

1. Tari Grebeg Terbang Gede.

Tari Grebeg Terbang Gede
@sejarahkujawa.blogspot.com

Tari dari suku Banten yang satu ini lebih dikhususkan pada upacara penyambutan tamu besar. Tarian tradisional ini merupakan perpaduan antara tarian biasa dan pencak silat. Uniknya, tarian ini seolah ingin menunjukan bahwa masyarakat setempat begitu ramah, terbuka, dan religius.

Lebih tepatnya, tari ini merupakan kombinasi gerakan kesenian terbang gede yang berasal dari wilayah Serang dan gerakan silat dari wilayah kota Banten. Perpaduan dua gerakan inilah yang akan memukau penonton saat tari ini dipentaskan.

Adapun tarian ini lebih sering dimainkan oleh enam wanita atau lebih. Busana yang dipakai saat pementasan cukup unik dengan warna dan motif yang seragam biru muda. Setelan baju dan celana panjang bertapih serta rambut diikat akan menjadi tampilan dari penari tarian ini.

2. Tari Ngebaksakeun.

Tari ini hampir mirip dengan Terbang Gede yaitu lebih sering dipertunjukkan dalam rangka penyambutan tamu agung. Selain itu, tari ngebaksakeun juga identik dengan gerakan silat seperti pada tari gerbang gede. Hanya saja tarian yang lebih mirip silat ini awalnya berasal dari Silat Trumbu.

Uniknya, busana yang dikenakan oleh si penari juga identik dengan warna biru seperti halnya tari terbang gede. Yang membedakan keduanya hanyalah tari ngebaksakeun ini didominasi atau hanya murni mengadopsi gerakan silat Trumbu yang khas.

3. Tari Walijamaliha.

Tari Walijamaliha
@youtube

Tari Banten yang satu ini lebih bertujuan untuk menunjukkan pada khalayak tentang religiusitas dan keberagaman etnis masyarakat Banten. Pada setiap gerakan tari walijamaliha ini terdapat pesan religi yang hendak disampaikan. Hal ini terlihat dari gerakannya yang filosofis dan diambil dari ajaran islam seperti rukun iman, shalawat, dan puji-pujian.

Menurut sejarah, tari ini diciptakan oleh para seniman Banten yang memiliki tujuan suci dan bersih. Yakni ingin menyatukan warga setempat dalam suatu acara tradisi agar lebih mengenal adat budaya yang ada. Para seniman yang juga sebagian besar pemuka agama tersebut akhirnya memunculkan tari walijamaliha dengan meleburkan ajaran islam

ke dalamnya.

Adapun secara teknis, tari ini diperagakan oleh 6 penari wanita yang menggunakan busana muslimah alias bernuansa religi. Warna busana yang dipakai juga tidak terlalu mencolok dengan tujuan menunjukan pada khalayak bahwa masyarakat Banten memiliki karakter yang lemah lembut.

Dalam setiap gerakan tari walijamaliha terdapat pesan yang hendak disampaikan, yaitu agar bersama-sama menjaga keberagaman suku dan etnis. Selain itu melalui tari ini menghimbau masyarakat banten untuk selalu taat pada ajaran islam yang disyariatkan serta bersifat lemah lembut pula kepada sesama.

4. Tari Cokek.

tari cokek banten
@ipiimut.wordpress.com

Tari Cokek merupakan tarian perpaduan budaya Thionghoa dan masyarakat Banten sebagai pribumi. Pementasan tari ini lebih sering digelar pada acara besar seperti penyambutan tamu agung dan hari jadi kota Banten. Kostum atau busana yang dikenakan oleh para penari juga cukup unik. Dengan balutan busana warna dominan hijau memuat para penari terkesan menampilkan suasana yang selalu ceria.

5. Tari Bendrong Lesung.

Tari Bendrong Lesung
@blogbantenradio.blogspot.com

Tari ini sesuai namanya, menggunakan alat musik lesung yang dipukul dengan pemukul saat pentas berlangsung. Oleh karenanya akan terdengar suara khas pukulan lesung saat tarian ditampilkan. Hanya saja sangat disayangkan karena seni tari ini sudah jarang dipertontonkan, tergeser fungsinya oleh kemajuan zaman.

Tari bendrong lesung sendiri berasal dan dilestarikan oleh masyarakat Cilegon Banten. Pada mulanya tarian ini dipertontonkan untuk menyambut musim panen dimana identik dengan kebahagiaan dan keceriaan. Untuk kostum yang digunakan saat pementasan ialah pakaian yang sering digunakan juga saat bertani. Ada juga yang menggunakan pakaian khas Banten yang berwarna cerah sehingga tetap menggambarkan keceriaan dan kegembiraan saat panen raya.

Meksi sudah jarang dipentaskan, kamu masih bisa menyaksikan tari bendrong lesung ini pada acara-acara tertentu. Adapun ciri khas dari tarian ini bisa disimpulkan sebagai berikut:

  • Dipentaskan saat musim panen raya, pernikahan, dan acara besar lainnya.
  • Penari memukulkan lesung sambil menari.
  • Alat musik yang dipakai adalah alat musik tradisional berkombinasi dengan suara pukulan lesung.

6. Tari bentang Banten.

Tarian ini diciptakan oleh seorang seniman pribumi banten yang peduli dengan pelestarian adat daerah. Biasanya tari ini diperagakan saat momen-momen tertentu seperti hajatan, hari lahir kota hingga penyambutan tamu besar. Adapun tarian ini diperagakan oleh penari wanita yang terdiri dari 3-5 orang. Busana yang digunakan berupa pakaian khas daerah setempat.

Lihat juga: Rumah adat Indonesia dari Sabang sampai Merauke

7. Tari katuran.

Tari katuran Banten
@youtube

Tari ini merupakan tari tradisional Banten yang bertema penyambutan kepada orang asing yang berkunjung ke Banten. Tari ini juga memiliki makna tersendiri berupa penghormatan sekaligus ajakan untuk berkunjung kembali ke Banten.

Tarian ini semakin lestari seiring dengan semakin banyak bermunculan wisata-wisata di provinsi Banten. Tari katuran sering dipentaskan di acara-acara wisata dan hari jadi suatu daerah di provinsi Banten. Adapun para penari yang memperagakan tari ini adalah seorang wanita berjumlah sekitar 5-7 orang. Busana yang dikenakan ialah pakaian khas daerah dengan dominasi warna putih.

Lihat juga: Macam Macam Tarian Riau yang Unik dan Bersejarah

Setelan atas lengan panjang dan celana panjang serta rambut bersanggul/diikat. Di bagian perut ada semacam jarik kecil yang melingkar. Mungkin lantaran keindahan suara dan gemulai tarian yang indah membuat tari ini masih lestari hingga saat ini.

Baiklah, mungkin itu saja ulasan seputar tarian tradisional Banten yang masih eksis dan cukup populer hingga saat ini. Semoga bermanfaat!