Rumah Adat Betawi Serta Keunikan dan Penjelasannya

Posted on
Rumah Adat Betawi

Rumah Adat Betawi – Menjadi anak zaman sekarang memang memiliki tantangan tersendiri terutama dalam hal sejarah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, informasi serta gaya hidup, ternyata memiliki dampak yang cukup besar bagi mereka. Terbukti, tidak sedikit generasi muda yang tidak mengetahui asal-usul adat istiadatnya sendiri, begitu pun di Jakarta, banyak yang tidak mengetahui rumah adatnya budayanya sendiri.

Padahal di samping mengetahui sejarah sangat penting, sejarah juga memiliki nilai tertentu yang khas, karismatik dan motivasi untuk masa depan. Oleh karena itu, sepatutnya generasi muda berupaya keras mempelajari asal muasal-nya agar mereka tahu apa yang mesti mereka lakukan untuk masa yang akan datang.

Nah, dalam kesempatan kali ini penulis ingin memberikan penjelasan mengenai rumah adat suku Betawi termasuk nilai-nilai spiritual serta filosofi rumah adat Betawi di dalamnya. Harapannya, semoga artikel ini memiliki kontribusi yang signifikan dalam mengingat dan melestarikan suatu budaya negeri.

Perlu kita ketahui, sebenarnya Rumah Adat Suku Betawi ada tiga jenis rumah adat betawi yang khas, yaitu Rumah Joglo, Panggung, Gudang dan Kebaya. Namun yang termasuk resmi sebagai rumah adat suku Betawi hanya Rumah Kebaya. Meski demikian, pada artikel ini akan penulis urai semua jenis atau macam-macam rumah adat Jakarta tersebut. Berikut penjelasannya:

Rumah Adat Betawi atau Jakarta:

Rumah Kebaya

rumah kebaya
@wikipedia

Rumah adat kebaya adalah rumah adat resmi suku betawi. Secara konstruksi memiliki ciri dan keunikan rumah adat Jakarta tersendiri baik dari pondasi, pendopo, dinding, atap dan lain-lain. Untuk lebih detailnya sebagai berikut:

  1. Bagian atap dibuat dari material genteng tanah atau dari anyaman daun kirai.
  2. Bagian pondasi menggunakan susunan batu alam yang telah dibentuk menyerupai umpak. Tentu, pondasi ini berfungsi sebagai penyangga tiang-tiang agar bangunannya lebih kokoh.
  3. Konstruksi kuda-kuda dan gorden rumah adat terbuat dari material kayu kecapi dan kayu gowok. Adapun balok tepi biasa dibuat dari kayu pohon nangka.
  4. Bagian bangunan pendopo dibuat agak luas, di sini diletakan meja kursi biasanya.
  5. Reng dan kaso yang digunakan menjadi dudukan atap dibuat dari bambu tali. Reng berupa bambu yang dibelah-belah sementara kaso merupakan bambu yang utuh.
  6. Warna dinding yang dibuat dari material kayu nangka biasanya menggunakan warna cerah seperti hijau atau kuning.
  7. Bentuk dinding bisa menggunakan anyaman bambu secara keseluruhan, adakalanya setengahnya bambu setengahnya tembok bata
  8. Daun pintunya bernama jalusi. Berukuran lebar sehingga lubang udara dapat masuk secara maksimal.

Baca juga: Baju Adat Betawi

Fungsi Ruang pada Rumah Kebaya Suku Betawi

Rumah Kebaya yang merupakan nama rumah adat Jakarta, secara pembagian dan fungsi ruangannya tidak jauh berbeda dengan rumah pada umumnya. Untuk lebih jelasnya penulis uraikan sebagai berikut:

  1. Paseban, atau kamar tamu biasa digunakan untuk tempat tidur bagi tamu yang menginap. Seperti saudara atau siapa pun yang bertamu, mereka akan ditempatkan di kamar ini. Jika sedang tidak ada tamu, ruangan ini biasa digunakan untuk tempat ibadah.
  2. Teras depan diberi kursi yang dibuat dari kayu jati. Tempat ini biasa digunakan untuk menjamu tamu. Tidak hanya itu, gejogan atau lantai teras depan senantiasa dibersihkan sebagai penghormatan kepada tamu yang akan datang.
  3. Ruang tempat tidur, rumah ini memiliki umumnya empat ruangan. Pemilik rumah biasa menempati ruang tidur yang paling besar.
  4. Pangkeng atau ruang keluarga biasa digunakan untuk berkumpul keluarga pada malam hari. Ruangan ini juga biasa digunakan untuk bercengkerama
    sesama anggota keluarga.
  5. Sementara srondoyan atau bisa disebut dengan dapur berada di bagian belakang yang juga bersatu dengan ruang makan.

Keunikan Rumah Adat Kebaya Suku Betawi

Rumah adat suku betawi memiliki nilai filosofis tersendiri, sebagaimana Namanya yaitu Kebaya karena konstruksi bangunannya seperti kebaya. Jika dilihat dari samping rumah, akan Tampak bangunan ini seperti lipatan pakaian kebaya. Ditambah lagi, kebaya memang termasuk pakaian tradisional betawi yang hingga kini masih digunakan terutama di upacara-upacara adat atau acara resmi.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu ruangan di rumah adat betawi adalah pendopo yang biasa digunakan untuk menerima dan menjamu tamu. Ruangan ini luas, bersih dan dilengkapi dengan kursi. Tentu, konstruksi ini memiliki nilai filosofis bahwa orang betawi senantiasa terbuka.

Rumah Kebaya juga biasa dilengkapi dengan pagar yang mengitari sekitar teras. Dalam nilai filosofis, ini merupakan indikasi bahwa orang suku betawi meskipun terbuka tetapi tetap memiliki batas-batas tertentu dari hal-hal yang negatif oleh mereka terutama berdasarkan pertimbangan nilai agama.

Rumah Adat Gudang

rumah gudang
@udfauzi

Meski hanya rumah kebaya yang telah tercatat sebagai rumah adat resmi suku betawi, tidak salahnya kita juga mengenal rumah adat suku betawi yang lain yaitu rumah gudang. Rumah adat Jakarta ini masih asli dan belum terpengaruh oleh budaya lain.

Rumah Gudang mempunyai bentuk persegi panjang dengan ukuran yang bermacam-macam tergantung situasi dan kondisi di sekitarnya. Atapnya seperti pelana kuda, lalu bagian depannya dibuatkan atap kecil dengan posisi melandai. Bagian ini sering disebut markis/dak/topi.

Fungsi atap ini adalah agar terlihat nyaman dan juga melindungi dari panas sinar matahari dan menjaga dari hujan. Adapun pembagian areanya, rumah ini hanya dibagi dua area yaitu depan dan tengah saja. Sementara bagian belakang rumah disatukan dengan bagian tengah. Bagian depan digunakan untuk menerima dan menjamu tamu dan bagian tengah untuk ruang keluarga, makan, ruang tidur dan lain-lain.

Baca juga: Rumah adat Jawa Barat

Rumah Joglo

Rumah Joglo
@udfauzi

Rumah ketiga yang juga merupakan rumah adat Jakarta disebut juga rumah Joglo. Rumah ini merupakan bentuk rumah yang terinspirasi dari budaya suku Jawa. Makanya tidak heran jika rumah ini mempunyai kemiripan dengan rumah Joglo Jawa terutama pada atapnya.

Rumah Adat Panggung

Rumah Adat Panggung
@grid

Rumah panggung adalah termasuk dari salah satu rumah adat suku betawi. Rumah ini biasa dibangun oleh orang betawi yang bertempat tinggal di pesisir pantai. Yang mayoritas mereka adalah para nelayan. Bangunan ini dibentuk seperti panggung karena memang tuntutan alam dimana pesisir pantai meniscayakan membentuk rumah seperti ini agar terlindung dari masuknya air ombak laut dan air pasang.

Adapun untuk material, rumah ini dibangun dari bahan bambu atau kayu yang tingginya sekitar 1,5 – 1 m dari dasar tanah. Rumah ini biasa ditopang dengan banyak tiang-tiang, tapi tergantung dari besar kecil atau panjang lebarnya sebuah bangunan.

Pada rumah ini terdapat balaksuji yaitu tangga yang digunakan untuk naik ke rumah. Sedikit banyaknya anak tangga tergantung ketinggian rumah tersebut. Sementara bagian bawah, dapat berfungsi sebagai resapan air laut yang menggenang.

Demikian informasi tentang rumah adat betawi, semoga artikel ini memiliki nilai informasi sekaligus edukasi bagi kita semua. Penulis aturkan mohon maaf apabila ada kesalahan dan semoga bermanfaat.