Formasi Bola Voli

Posted on

Memahami dan mengatur formasi dalam permainan bola voli tentu sangatlah penting untuk dipertimbangkan. Pasalnya, kemenangan begitu bergantung pada bagian ini. Baik memutuskan ingin bermain secara menyerang ataupun bertahan wajib diperhitungkan.

Formasi Bola Voli

Macam-macam Formasi Dalam Permainan Bola Voli

Sama halnya seperti sepak bola, basket atau olahraga lainnya, bola voli juga sangat membutuhkan strategi formasi. Hal tersebut guna mengatur skema permainan yang diinginkan, baik menyerang dan bertahan. Berikut beberapa macam formasi dalam permainan bola voli yang dilansir dari pastiguna.com.

Formasi 1-3-2

Formasi 1-3-2 pada dasarnya termasuk dalam strategi bertahan. Dimana terdapat satu pemain yang bertugas untuk memblok bola dari arah lawan. Kemudian dibagian tengah ada 3 orang dan dua berposisi dititik pertahanan paling belakang. Cukup untuk mempertahankan bola.

Formasi ini sangat cocok untuk dijadikan metode permainan bertahan tapi tak sepenuhnya. Peran satu orang guna bloking dan agar bola tidak jatuh yang berasal dari net lawan. Jadi cukup efektif dalam membendung serangan dan melakukan counter attack kepada musuh.

Formasi 4-2

Formasi 4-2 pada permainan bola voli dimana terdapat 2 orang yang berperan sebagai setter dan 4 lainnya menjadi spiker. Di strategi ini posisi setter akan memulai set dari tengah lapangan. Dengan begitu tim memiliki 2 smasher di depan.

Pada startegi ini tentu menjadi salah satu formasi menyerang yang bisa Anda terapkan saat bermain voli. Kemungkinan untuk mendapatkan poin lebih tinggi. Tapi jangan sampai lengah di lini pertahanannya. Karena, bisa saja lawan menerapkan formasi sama guna menyerang.

Formasi 5-1 (Sistem 5 SM-1 U)

Saat Anda menerapkan formasi ini pada permainan bola voli, maka akan ada 1 orang yang berperan sebagai setter. Jadi, apabila pemain tersebut mengambil lini depan, maka tim memiliki dua spiker atau smasher. Cara ini cukup bagus digunakan untuk menyerang.

Perlu Anda ketahui bahwa ketika menerapkan formasi 5-1 (5 SM – 1 U) maka peran SU tergolong sangat berat. Sebab tugasnya cukup kompleks guna bisa memberikan poin untuk tim. Perannya diandalkan terutama guna mengumpan bola kepada posisi spiker atau smasher.

Formasi 6-2

Maksud dari formasi ini bukanlah jumlah pemain voli menjadi 8 orang. Strategi 6-2 memungkinkan untuk ke-6 pemain bisa berperan sebagai smasher dalam waktu bersamaan. Kemudian, setelah itu berubah menjadi 2 pemain sebagai setter. Hampir sama seperti 4-2.

Perbedaannya antara formasi 4-2 dengan 6-2 adalah, pemain yang berperan sebagai setter berada di posisi belakang. Para pemain tersebut akan masuk ke lini depan untuk membantu serangan. Jadi sangat efektif digunakan pada pola menyerang dan juga bertahan (defend).

Formasi 3-3

Pada dasarnya formasi ini sering digunakan oleh sebuah tim saat kesan menyerang melalui pukulan bola ke arah tengah lapangan. Karena ukuran lapangan bola voli cukup lebar, oleh karena itu dibutuhkan 3 pemain guna menahan serangan tersebut. Dengan begitu, smash bisa terbendung.

Sedangkan 3 pemain lainnya berposisi di lini kosong dan bersiap menyerang balik saat bola berhasil terbendung dan melambung. Tugas lainnya adalah siaga apabila serangan terjadi pada lini pertahanan atau belakang.

Seperti halnya mengatur setrategi dalam formasi sepak bola yang memiliki pengaruh yang cukup besar dalam sebuah pertandingan, maka dalam formasi bola voli juga diperlukan mengatur setiap posisi pemain yang tepat berdasarkan kemampuannya sangatlah penting. Sebab, tugas masing-masing pemain bisa dikatakan berbeda begitu juga dengan perannya.

Baca juga : Posisi Pemain Bola Voli Beserta Tugasnya

Itulah tadi pembahasan mengenai macam-macam formasi dalam permainan bola voli. Jadi, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cara mengatur formasi. Pasalnya hal itu menjadi salah satu cara agar menang.