Tarian NTB (Nusa Tenggara Barat)

Posted on

Tarian NTBAda banyak tarian NTB yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat luas. Namun sebelum membahas mengenai berbagai tarian di NTB sebaiknya kita bahas secara singkat mengenai Nusa Tenggara Barat. NTB in merupakan sebuah provinsi di gugusan kepulauan Nusa Tenggara dimanah di dalamnya terdapat pulau-pulau kecil.

Dua pulau besar di NTB yakni pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, mayoritas penduduknya merupakan suku Sasak di Pulau Lombok dan suku Bima di Sumbawa. Berbagai tarian tradisional di NTB berhubungan langsung atau berkaitan dengan budaya dua suku tersebut. Berikut Perpustakaan online bagikan berbagai jenis tarian NTB dan penjelasannya dan tarian NTB beserta gambarnya.

Tarian Daerah Nusa Tenggara Barat :

1. Tari Oncer.

Tari Oncer Nusa Tenggara Barat
@sasakadie.blogspot.com

Jenis tari ini merupakan tarian khas suku Sasak yang diciptakan oleh Muhammad Tahir di Desa Puyung Lombok Tengah di tahun 1960. Tarian ini dimainkan oleh tiga kelompok dimanah masing-masing kelompok terdiri dari 6-8 penari yang bertugas membaca kencang dan 2 lainnya membawa gendang dan satu membawa petuk.

Di akhir bagian dari tari Oncer ini terdapat gamelan Gendang Beleq yang dipukul sambil menari. Selain itu, tarian ini terdiri dari tiga bagian yaitu bagian pertama yang menggambarkan peperangan. Di bagian ini, semua penari menari secara bersamaan dengan gerakan tertentu. Pertama terdapat gerakan tinduk, yaitu gerakan melangkah untuk menggambarkan keberangkatan ke sebuah medan perang. Penari di sini akan mengangkat kaki dan menunjukkannya.

Gerakan kedua yakni gerakan bukaq jebak yang berarti gerakan membuka pintu. Dilanjutkan dengan gerakan ketiga yaitu kadal nengos atau kadang menengok. Gerakan ketiga ini merupakan suatu tanda waspada terhadap musuh yang melihat ke seluruh arah, kanan, kiri depan dan belakang.

Gerakan selanjutnya disebut dengan gerakan rebek taping dan tereq repoq yang menggambarkan gerak bambu yang tertiup angin dan setengah tumbang. Bagian ketiga dari tari Oncer ini melukiskan sebuah kondisi seusai perang dengan tanda adanya gerakan cempaka pancang atau cempaka berguguran. Tanda lainnya yakni adanya gerakan yang disebut dengan keraton kombol atau kembang sepatu kuncup serta sandal kebak atau disebut dengan kembang sandat yang mekar.

Hal lainnya yang perlu diketahui yakni bahwa tarian ini selalu memerankan sosok laki-laki karena menggambarkan suasana perang. Namun, perannya bisa dilakukan oleh semua gender. Sementara itu untuk alat musik yang digunakan adalah ceng-ceng, rincik, gong, suling, reong serta gendong kecil.

Sejarah mengatakan bahwa Gendang Beleq selalu dipertunjukan sebagai pesta kerajaan guna mengiringi pasukan berangkat atau pulang dari peperangan. Kini, Gendang Beleq selalu dijadikan tarian untuk menyambut tamu. Penyajiannya akan diawali dengan masuknya 2 pemain gendang, lalu masuk 4 sampai 6 penari oncer dan penari gendang akan berada di samping kanan dan kiri.

Setelahnya, dilanjutkan dengan penari Oncer yang memiliki posisi duduk dan menyanyikan lagu Pampang Paoq. Baru diakhir tarian, penari Oncer keluar serta diikuti para penari gendang.

2. Tari Lenggo.

Tari Lenggo NTB
@suarantb.com

Tarian NTB Lenggo adalah sebuah tarian tradisional asli Bima Nusa Tenggara Barat. Selain itu, tarian ini mulanya merupakan tarian klasik yang khusus ditampilkan di lingkungan kerajaan Bima. Sebagaimana tari Oncer, tarian ini juga bisa dilakukan oleh pria dan perempuan namun berbeda sebutan.

Jika ditarikan oleh perempuan akan disebut dengan Tari Lenggo Mbojo, sementara jika ditarikan oleh laki-laki akan disebut dengan tari lenggo melayu. Baik perempuan maupun laki-laki akan mengenakan kostum tradisional Bima jika menari.

Sejarahnya, Tari lenggo ini diciptakan sebagai Tari Lenggo

Melayu. Tari Lenggo Melayu tersebut diciptakan oleh Datuk Raja Lelo yaitu seorang mubalig dari Sumatra barat sebagai upacara adat Hanta Ua Pua. Kemudian, Sultan Abdul Khair Sirajuddin menciptakan tarian yang dibawakan penari perempuan disebut dengan Tari Lenggo siwe yang merupakan tarian pengembangan dari tari sebelumnya.

Upacara adat Hanta Ua Pua sendiri merupakan upacara peringatan masuknya agama Islam di Bima. Selain dipertunjukkan di upacara adat Hanta Ua Pua, tarian ini juga sering digunakan untuk menyambut tamu penting atau digelar dalam festival budaya. Hal tersebut guna melestarikan warisan budaya lokal.

Pertunjukan Tari Lenggo ini diiringi dengan musik tradisional Bima seperti gendang besar, gong, tawa-tawa dan silu. Musik iringan ini biasanya merupakan musik yang berirama lembut, pelan menyesuaikan dengan gerakan para penari.

Lihat juga: Tarian Gorontalo Yang Menarik dan Unik

3. Tari Rudat.

Tari Rudat NTB
@wikipedia

Tarian NTB lainnya yakni tari Rudat yang berasal dari Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tarian ini biasanya ditampilkan guna menyambut tamu ataupun acara-acara resmi pemerintahan. Gerakan tari Rudat sama dengan tari pencak silat karena seperti memasang kuda-kuda, menendang, memukul atau menangkis.

Awalnya, tarian ini datang dari Turki dan menyebar di Indonesia berbarengan dengan menyebarnya agama Islam. Tarian ini masuk ke Nusantara sekitar abad ke 15. Kemudian pada tahun 1987, tarian Rudat semakin sering ditampilkan di pinggir-pinggir jalan untuk mengiringi pengantin pria yang menuju rumah mempelai wanita.

Tarian ini dibawakan oleh 13 orang penari laki-laki yang mengenakan pakaian ala prajurit dengan baju lengan panjang warna kuning, celana warna biru selutut serta kopiah panjang. Sementara pemimpinnya mengenakan mahkota serta pedang.

Untuk musik tarian ini menggunakan alat musik tradisional seperti rebana, biola, jidur dan mandolin. Tarian dimulai dengan pembukaan ucapan permisi, lalu bershalawat, dan diakhiri dengan penutup. Tarian ini sering kali digelar untuk acara-acara keagamaan Islam seperti Maulid Nabi Muhammad, Khataman Al-Quran, Idul Fitri, Isra Miraj dan lain sebagainya.

Dulu, tarian Rudat banyak digunakan oleh para ulama untuk menyebarkan agama Islam. Banyak yang bilang jika tarian ini merupakan perkembangan dari dzikir Saman dan Budrah. Dzikir Saman yakni kesenian tari dengan gerakan pencak silat dan dzikir, sementara Budrah merupakan nyanyian dengan iringan musik rebana dengan ukuran besar.

4. Tari Sere.

Tari Sere NTB
@alanmalingi.files.wordpress.com

Mulanya, tari Sere ini merupakan tari klasik yang ditampilkan di istana Bima dengan penciptanya Sultan Abdul Khair Sirajuddin. Model tariannya ditarikan oleh dua perwira kesultanan dengan dilengkapi dengan perisai dan tombak. Dua perwira tersebut menggambarkan laki-laki yang memiliki keperkasaan dan keberanian yang kemudian melompat serta berlari ke berbagai penjuru. mereka membawa alat tempurnya, perisai dan tombak untuk menangkap musuh dan menyerang mereka.

Sebagai gambaran menghadapi musuh Dou Labo Dana (Rakyat dan Negeri), penari kemudian melompat sambil berlari karenanya disebut dengan mpa’a sere. Tarian ini diiringi dengan musik tambur dan masih ada hingga saat ini. Biasanya tarian ini digelar atau diperuntukkan sebagai tarian penyambut tamu istimewa di acara-acara penting pemerintahan. Selain itu, tarian ini juga digunakan untuk merayakan adat Hanta UA PUA di Nusa Tenggara Barat.

Lihat juga: Tarian NTT (Nusa Tenggara Timur)

Beberapa Tarian NTB di atas hanya beberapa tarian yang masih eksis sampai sekarang dan sering dipertunjukan di berbagai acara-acara. Karena itu, tarian-tarian tersebut sangat populer di tengah masyarakat.