Suku Dayak

Posted on

Suku DayakSuku Dayak adalah suku yang berada di pedalaman Kalimantan. Suku ini memiliki kehidupan yang jauh dari akses informasi global sehingga dapat dikatakan primitif. Tapi inilah yang, menjadi ciri khas dari suku ini. Walaupun tergolong primitif tapi ada hal unik yang dapat menarik perhatian yaitu kebudayaan suku Dayak.

Secara kaidah bahasa Dayak bukanlah nama suku tapi “orang Dayak” dalam bahasa Kalimantan berarti orang pedalaman. Dikatakan orang pedalaman karena memang jauh dari keramaian. Panggilan untuk orang Dayak bukan hanya sebutan untuk satu suku saja. Tapi ada berbagai macam suku, diantaranya Dayak Tunjung, Dayak Punan, Dayak Kenyah dan Dayak yang lainnya.

Sejarah Suku Dayak :

Dahulu nenek moyang suku Dayak berasal dari negeri “Yunan” wilayah China. Mereka adalah keturunan dari keluarga kerajaan China yang kalah perang. Mereka mengungsi sampai ke Pulau Kalimantan. Lambat laun mereka nyaman tinggal di situ. Mereka menjauh dari keramaian dikarenakan trauma berat pasca perang.

Mereka khawatir jika bertemu dengan kelompok-kelompok penduduk akan terjadi peperangan seperti yang sudah lewat. Jika terjadi peperangan maka suku mereka akan punah. Dengan begitu leluhur membuat pantangan agar jangan bertemu dengan kelompok yang berbeda.

Lamban laut kehidupan suku Dayak mulai berkembang. Anak cucu suku Dayak sudah mulai menjalin komunikasi dengan kelompok lain. Tapi masih ada juga anak cucu mereka yang tidak melanggar pantangan bertemu kelompok lain. Adanya kejadian dimasa lalu inilah yang menjadikannya menjadi manusia primitif.

Kebudayaan Suku Dayak :

Kebudayaan Suku Dayak
@pinterest

Selain dikenal sebagai manusia primitif suku Dayak memiliki berbagai kebudayaan yang unik. Kebudayaan tersebut tidak lepas dari sejarah suku tersebut. Mulai dari pakaian adat Dayak, bahasa adat, rumah adat, makanan khas suku Dayak, tarian suku Dayak, alat musik dan masih banyak lagi. Untuk selengkapnya akan dijelaskan pada paragraf selanjutnya.

Pakaian Adat Suku Dayak :

Baju Adat Suku Dayak
@@syrfxvii

Terdapat 2 bagian pakaian adat suku Dayak yaitu pakaian adat untuk kaum wanita dan pakaian adat untuk kaum lelaki. Sepei sadaq adalah sebutan baju adat untuk kaum laki-laki. Ciri-cirinya yaitu memakai ikat kepala terbuat dari pandan yang biasanya dikenakan oleh orang tua. Baju atasannya menggunakan rompi dan bawahannya berupa cawan bisa disebut juga abed ko aq. Selain pakaiannya juga disertai dengan mandau yang diikat pada pinggangnya.

Ta’a adalah sebutan untuk baju adat wanita suku Dayak. Pakaiannya bermotif yang tidak jauh dari pakaian adat laki-laki. Hanya saja yang membedakannya yaitu baju atasannya. Untuk kaum wanita disebut sepei inoq. Sedangkan bawahannya berupa rok. Pakaian adat wanita memiliki manik-manik cantik yang dibuat hiasan.

Rumah Adat Suku Dayak:

Rumah Adat Suku Dayak
@nesabamedia.com

Rumah betang atau rumah panjang adalah nama dari rumah adat suku Dayak. Rumah adat ini khas dari Kalimantan ini dapat ditemukan di wilayah penjuru Kalimantan. Untuk lebih tepatnya berada di daerah hulu sungai yang menjadi pusat tempat tinggal masyarakat Dayak.

Rumah panjang atau Betang memiliki ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Rumah betang ada yang memiliki panjang hingga 15 meter dan lebar 30 meter. Umumnya, rumah beteng ini dibuat seperti bentuk panggung dan memiliki ketinggian 5 meter.

Rumah ini dibuat tinggi yang nantinya dapat berfungsi untuk bertahan dari banjir yang dapat mengancam daerah hulu. Cerminan dari kebersamaan suku Dayak ini dapat dilihat dari rumah adatnya. Mereka menaati aturan yang sudah berlaku serta adat istiadat yang sudah disepakati.

Bahasa Adat Dayak :

Austronesia adalah bahasa asal dari Suku Dayak yang berada di sebelah Utara Kalimantan. Setelah itu bahasa ini menyebar ke timur sampai masuk ke area pedalaman, pulau-pulau hingga sampai ke gunung-gunung dan samudra Pasifik.

Setelahnya bahasa datang mulai berkembang karena kedatangan orang melayu dan daerah lainnya. Dengan begitu suku Dayak kini memiliki banyak bahasa karena adanya kedatangan dari kelompok lainnya dari wilayah lain.

Makanan Khas Suku Dayak :

Makanan Khas Suku Dayak
@borneonews.co.id

Adapun makanan khas dari Suku Dayak yaitu Karuang (makanan yang berasal dari bahan singkong) Jahu Singkat atau disebut juga rotan muda dan Wadu atau makanan yang terbuat dari ikan. Berbagai makanan tersebut bisa didapatkan dan juga dihasilkan setelah menelusuri objek yang ada di hutan. Selain itu Dayak juga mengenal berbagai bumbu-bumbu sederhana yang digunakan untuk memasak.

Tarian Adat Dayak :

Tarian Adat Dayak
@kompas

Terdapat berbagai macan tarian adat dari suku Dayak. Diantaranya yaitu Tari Leleng, Tari Hudoq dan Tari Kancet Papatai. Setiap tarian memiliki ciri khas yang berbeda-beda.

  • Tari Leleng.
    Tari leleng adalah tarian gadis Dayak Kenyah. Tarian ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Utan Along. Gadis tersebut dipaksa kawin dengan seorang pemuda yang memang tidak dicintainya. Pada akhirnya gadis tersebut melarikan diri kehutan.
  • Tari Hudoq.
    Tari Hudoq adalah tarian yang menjadi bagian dari ritual suku Dayak. Tarian ini dilakukan setelah menanam padi yang dilakukan oleh Dayak Modang dan Dayak Bahau. Tarian ini memiliki inti yang berupa tarian untuk mengenang jasa atau pengorbanan para leluhur.
  • Tari Kancet Papatai.
    Tari Kancet Papatai adalah tarian perang dari Suku Dayak. Tarian ini menceritakan tentang seorang pahlawan Dayak Kenyah yang sedang berperang dengan musuhnya. Karena menceritakan peperangan tarian ini memiliki gerakan yang lincah, gesit, penuh semangat dan juga Indah.
  • Tari Kancet Lalasan.
    Tarian ini menggambarkan kehidupan burung Enggang. Salah satu hewan sakral Suku Dayak. Berbeda dengan tarian Kancet Papatai, tari ini dilakukan oleh wanita. Tariannya didominasi dengan gerakan tubuh yang rendah. Contoh gerakannya merunduk, berjongkok sampai duduk.
  • Tari Kancet Ledo.
    Tarian ini dimainkan oleh seorang wanita yang diiringi dengan Gong. Gerakan tarian ini mencerminkan adanya kelembutan seorang wanita. Tarian ini biasa digunakan untuk menyambut tamu. Tarian ini juga bisa disebut tarian Gong karena diiringi oleh alat musik yang berupa Gong.
  • Tari Gantar.
    Tarian yang dapat dikenal sebagai tarian pergaulan antar muda-mudi Dayak. Tarian ini berasal dari Dayak Tunjung dan Dayak Benauq. Tarian ini melambangkan keramahtamahan dan juga kegembiraan Suku Dayak ketika menerima tamu. Baik untuk tamu investor, tamu kehormatan ataupun tamu wisatawan.

Lihat juga: 10 Tarian Kalimantan Selatan Serta Gambarnya

Alat Musik Dayak :

Alat Musik Dayak
@waneesa1dehwar.blogspot.com

Suku Dayak memiliki alat musik yang sering mereka mainkan. Diantaranya yaitu Gatarung (gong) alat ini terbuat dari logam. Selain itu ada juga Gandang atau gendang. Alat musik tersebut digunakan untuk mengiringi tarian dan lagu yang dinyanyikan. Suku Dayak juga memiliki berbagai alat musik lainnya yaitu Suling Balawung, Kaali dan Tote.

  • Gong Garantung.
    Alat musik ini memiliki suara yang sama seperti Gong pada umumnya. Yang membedakannya yaitu suaranya yang tidak menggema lama dan lebih pendek dari gong umumnya.
  • Sape.
    Jika diartikan dalam bahasa Dayak ‘Sape’ memiliki arti memetik dengan jari. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik. Sape terbuat dari kayu pilihan seperti kayu Meranti dan kayu yang kuat serta tahan lama. Ciri khas dari alat musik ini yaitu ukiran motif yang unik dan juga bentuknya yang unik.
  • Kangkuang.
    Alat musik yang dapat dibilang sederhana karena hanya terbuat dari kayu yang diukir. Cara memainkannya dengan dipukul.
  • Gamang.
    Alat musik tradisional dari Dayak Maanyan. Cara memainkan alat musik ini dengan dipukul. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat alat musik ini dari bahan kayu. Gamang sendiri memiliki 5 buah nada yaitu do, re, mi, fa, sol dan la.
  • Keledik.
    Alat musik yang unik karena terbuat dari labu yang dikeringkan, benang dan Batang bambu. Alat musik ini juga bisa disebut kadire. Cara memainkannya dengan ditiup, dengan begitu akan menghasilkan nada pentatonik.
  • Entebong.
    Alat musik yang sama dengan Gendang, bentuk dan suaranya juga mirip. Hanya saja suku Dayak membuatnya sendiri sebagai alat musik kebanggaan.
  • Kollatung.
    Alat musik ini terbuat dari tembaga Kuningan yang cara memainkannya dengan dipukul. Tidak hanya digunakan sebagai alat musik saja, tapi bisa juga dijadikan untuk mas kawin. Unik bukan? Jadinya memiliki dua fungsi sekaligus.

Upacara Adat Suku Dayak :

Upacara Adat Suku Dayak
@youtube

Hingga saat ini suku dayak masih melestarikan budayanya salah satunya adalah upacara adat, berikut ini upacara adat yang ada di lingkungan suku dayak.

  • Upacara Tiwah.
    Adapun upacara yang sudah terkenal dari masyarakat Dayak adalah Upacara Tiwah. Upacara ini digunakan untuk ritual mengantarkan tulang belulang orang yang meninggal ke Sandung. Rumah kecil yang sudah dibuat khusus oleh mereka yang sudah meninggal disebut Sandung. Upacara ini termasuk upacara yang sangat sakral.
    Upacara Tiwah dilakukan dengan tarian-tarian, hiburan dan gong. Selain itu terdapat juga upacara untuk menyambut kelahiran anak, upacara pembakaran mayat dan upacara penguburan mayat.
  • Ngehawa’k.
    Upacara adat suku Dayak yang dilakukan ketika acara pernikahan. Pada upacara ini banyak diperlihatkan benda-benda adat. Banyak sedikitnya benda adat tersebut tergantung dari kedua mempelai berasal dari keturunan bangsawan atau tidak. Jika keturunan bangsawan maka ia harus menyediakan berbagai benda yang diminta oleh pihak wanita.
    Selain itu pada upacara Ngehawa’k ini juga ada hukuman adat. Jika kedua mempelai bercerai atau berpisah. Hukuman adat itu bisa berupa benda adat dan hukuman lainnya yang berlaku. Hukuman adat ini sama halnya hukuman ketika melanggar adat istiadat. Jadi termasuk hukuman yang berat. Untuk itu masyarakat Dayak berhati-hati ketika melakukan upacara ini.
  • Ngugu tahu.
    Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada sang pencipta atas segala penghidupan yang didapatkan. Upacara ini dilakukan oleh Dayak Tunjung, Dayak Bahau, Dayak Bentian dan Dayak Banaqau. Ketika upacara berlangsung banyak masyarakat yang datang untuk melihat. Puncak dari upacara ini adalah pemotongan kerbau.
  • Dahau.
    Dahau adalah upacara adat yang dilakukan untuk memberi nama anak yang baru lahir. Upacara ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang karena upacara ini hanya dilakukan oleh kaum bangsawan atau orang yang mampu. Hal ini dikarenakan upacara ini berlangsung selama satu bulan penuh.
    Selain itu dalam upacara ini juga mengandung berbagai Dayak lainnya. Jadi acaranya memang besar-besaran dan juga meriah. Walaupun begitu upacara ini juga sudah menjadi adat bagi Suku Dayak itu sendiri.
  • Beliatn.
    Upacara adat yang dilakukan sebagai ritual penyembuhan Suku Dayak Benauq. Adapun upacara yang sering diadakan yaitu Belian Sentiyu dan Belian Bowo. Adapun Belian bowo ini dilakukan oleh tabib wanita. Upacara ini dilakukan ketika mengatasi demam anak-anak.
    Sedangkan upacara Beliatn Sentiu ini adalah upacara besar yang dilakukan oleh satu tabib atau lebih dari itu. Upacara tersebut dapat berlangsung selama 4 hari 4 malam. Sebelum melakukan upacara ini biasanya dilakukan penyembelihan babi untuk diambil darahnya. Selain itu disiapkan juga patung kecil yang melambangkan hantu pengganggu. Disiapkan juga ramuan dan ornamen janur.

Banyak hal unik yang dimiliki oleh Suku Dayak seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Terdapat kebudayaan, alat musik, bahasa, tarian, upacara adat, tarian adat dan hal lain yang tidak dimiliki oleh suku lainnya. Anda dapat menemukan berbagai kebudayaan tersebut di daerah Dayak pedalaman.