Perbedaan Komet dan Asteroid yang Harus Kamu Tahu

Posted on

Perbedaan Komet dan Asteroid

Perbedaan komet dan asteroid sebagai benda langit memang sulit diketahui. Bagi orang awam, komet dan asteroid sekilas terlihat mirip. Keduanya merupakan bagian dari bebatuan yang berasal dari planet yang lebih besar. Berikut akan dijelaskan perbedaan serta persamaan komet dan asteroid.

Beberapa peneliti mempercayai bahwa komet dan asteroid memiliki beberapa unsur yang dapat membantu terbentuknya bumi. Pada jutaan tahun yang lalu, terdapat kejadian di mana asteroid dan komet jatuh menabrak bumi. Akibat dari tabrakan tersebut, ada beberapa material pembentuk komet dan asteroid yang tertinggal dan menjadi bahan pembentuk kehidupan di bumi.

Mengenal Komet dan Asteroid

Sebagai salah satu benda langit yang tak asing di telinga masyarakat, komet ternyata dikenal sebagai bola salju kotor. Penyebutan nama lain komet ini disebabkan oleh bentuk dan juga rupa dari komet itu sendiri. Komet merupakan batuan yang terdiri dari kumpulan debu dan es yang membeku. Dikarenakan es yang membeku tersebut, maka komet akan terlihat seperti salju.

Partikel debu yang ikut menempel memberikan warna gelap sehingga komet disebut bola salju kotor. Kita sering mendengar istilah ekor komet. Walaupun komet adalah batuan yang kecil, namun ketika mendekat ke matahari, partikel-partikelnya akan menguap. Partikel yang terkandung di dalam komet yang menguap inilah yang kemudian membentuk ekor komet. Ekor ini bisa memiliki panjang jutaan kilometer di atas langit.

Komet berasal dari suatu tempat di langit bernama Awan Oort. Sebenarnya awan ini berada di luar sistem tata surya yang ada. Di Awan Oort ini terdapat triliunan komet yang tinggal di sana. Namun, karena adanya gangguan gravitasi dari bintang-bintang yang lain, maka sebagian komet terhempas secara acak. Komet-komet tersebut lantas menuju ke matahari.

Komet sendiri terbentuk dari gas dan debu yang membuat inti komet menjadi lebih stabil. Namun, sebagian material dari komet ini akan terlempar dari inti komet. Hal ini terjadi ketika komet berhamburan dari Awan Oort dan mendekati matahari. Keadaan inilah yang kemudian menyebabkan terbentuknya ekor debu yang sering kali disebut ekor komet.

Tak hanya ekor debu yang terbentuk dari lemparan ini, tapi juga ekor ion. Ekor ion memiliki panjang yang lebih dari ekor debu, yakni sepanjang 100 juta kilometer. Ekor ion ini terbentuk dari proses ionisasi gas yang terjadi pada saat partikel pada komet terkena angin dari matahari. Dikarenakan ekor komet yang selalu menjauhi matahari, maka proses ionisasi ini pun tak dapat terelakkan.

Komet juga memiliki bagian lain selain ekor yaitu inti, koma, dan lapisan hidrogen. Inti komet memiliki diameter berukuran 8 – 25 Km. Koma adalah salah satu daerah berkabut yang berada di sekeliling inti komet yang memiliki luas 60.000 Km. Lapisan hidrogen pada komet berfungsi untuk melapisi koma yang luasnya 20 juta Km. Hal tersebut yang menyebabkan komet tidak dapat dilihat dengan mata.

Perbedaan komet dan asteroid yang merupakan benda langit yang berbentuk batu. Bentuk dari asteroid ini juga lebih kecil daripada ukuran planet. Namun, ukuran asteroid tergolong lebih besar jika dibandingkan dengan meteoroid. Secara visual, asteroid terlihat sangat berbeda dari komet.

Perbedaan yang dapat dengan jelas terlihat adalah, komet memiliki ekor yang panjang sedangkan asteroid tidak memiliki ekor. Selain itu, asteroid memiliki material penyusun yang berbeda. Tak hanya perbedaan jenis material penyusunnya, letak material tersebut juga berbeda-beda.

Jenis asteroid yang pertama adalah Asteroid kelas C. Asteroid jenis ini adalah asteroid yang berada atau terletak di luar orbit bumi. Asteroid kelas C ini juga dikenal sebagai Asteroid Apollo. Asteroid Apollo ini memiliki ciri khas berwarna gelap. Hal tersebut disebabkan oleh material karbon yang menyusun asteroid jenis ini.

Jenis yang selanjutnya adalah Asteroid kelas D atau yang lebih populer dengan nama Asteroid Troya. Asteroid jenis ini juga memiliki warna yang gelap karena material penyusunnya adalah karbon. Berbeda dengan asteroid kelas C, asteroid Troya ini berada di lingkungan orbit planet. Umumnya, asteroid Troya berada di dalam orbit planet Mars, Neptunus, dan Jupiter.

Kelas yang selanjutnya adalah asteroid kelas S. Asteroid yang berada di kelas ini disebut dengan Asteroid Aten. Asteroid ini begitu spesial karena ia berada di dalam salah satu orbit planet yang dapat dihuni, bumi. Asteroid Aten juga memiliki perbedaan dari asteroid Apollo dan troya. Asteroid Aten merupakan asteroid yang tersusun atas besi dan bebatuan.

Jenis asteroid yang terakhir adalah asteroid kelas V. Pada kelas ini, dikelompokkan asteroid yang memiliki jarak paling jauh. Kebanyakan Asteroid jenis ini berada di dalam orbit Jupiter ataupun Uranus. Berbeda dari seluruh jenis asteroid di atas, asteroid kelas V disusun dari batuan yang membeku.

Asteroid adalah benda langit yang memiliki bentuk tak beraturan. Asteroid terlihat paling abstrak di antara benda langit lainnya. Hal ini disebabkan oleh bebatuan yang menjadi unsur pembentuknya. Asteroid hanyalah batu yang memiliki kawah raksasa pada permukaannya yang menjadikannya abstrak. Asteroid juga mengelilingi matahari seperti halnya bumi dan planet lainnya. Orbit yang dilalui oleh Asteroid yaitu orbit yang berbentuk elips yang terletak antara planet mars dan Jupiter.

Perbedaan Komet dan Asteroid

Walaupun disebut sebagai benda langit, masih terdapat beberapa perbedaan antara komet dan asteroid. Asteroid dibentuk dari beberapa logam dan juga bebatuan. Sedangkan komet adalah benda langit yang tersusun oleh debu, bongkahan es, dan juga debu dan beberapa material tambahan.

Keduanya telah berkontribusi terhadap sistem tata surya. Baik komet maupun asteroid, keduanya telah terbentuk sekitar 4.5 miliar tahun yang lalu. Sama halnya dengan sistem tata surya yang sudah mulai beredar pada 4 abad yang lalu.

Asteroid memiliki tempat yang dekat dengan matahari. Hal ini disebabkan oleh kandungan dalam Steroid yang harus selalu kesolidan material harus terjaga. Sedangkan komet harus berada jauh dari matahari karena jika berada terlalu dekat, maka partikel es yang dimiliki akan meleleh.

Jika komet terlalu dengan matahari, akan ada kemungkinan komet kehilangan sebagian dari partikelnya. Partikel komet akan menguap dan membentuk ekor komet. Sedangkan asteroid akan jauh lebih stabil dan solid walaupun berada dekat dengan matahari.

Persamaan Komet dan Asteroid sebagai Benda Langit

Persamaan komet dan asteroid juga dapat dilihat beberapa persamaan yang dimiliki keduanya. Persamaan komet dan asteroid yang paling menonjol adalah ukuran mereka yang relatif sangat kecil. Baik komet maupun asteroid merupakan benda langit yang termasuk asing di luar angkasa.

Mereka bergerak mengelilingi alam semesta dengan bebas. Selain dilihat dari segi ukurannya, komet dan asteroid juga memiliki persamaan dalam hal bahan mineral. Komet maupun asteroid mengandung gas dan debu sebagai salah satu mineral yang dikandungnya.