Pengertian Seni Patung

Posted on
Seni Patung

Seni Patung – Siapa yang belumpernah melihat dan mengenal patung? Tentu Anda telah mengenal apa itu patung, baik besar maupun kecil. Patung memiliki bentuk yang bermacam-macam mulai dari manusia, hewan, benda, maupun bentuk bentuk imajiner lainnya.

Patung telah banyak ditemukan di berbagai tempat dan membuat kagum siapapun yang melihatnya. Bagaimana tangan manusia bisa selihai itu membuat sebuah bentuk yang rumit dan butuh ketelitian tinggi?

Pengertian Seni Patung

Patung merupakan sebuah seni, pengertian seni patung adalah salah satu bagian dari seni rupa 3 dimensi. Mengapa disebut sebagai seni 3 dimensi? Ini karena patung memiliki 3 ukuran, yaitu panjang, lebar, serta tinggi. Hal ini menyebabkan patung dapat dinikmati dari sisi manapun. Berbeda dengan seni dua dimensi yang hanya dapat dilihat dari 1 sisi.

Umumnya patung hanya menggambarkan bentuk dari makhluk hidup, seperti manusia dan hewan. Namun, seiring berkembangnya waktu, patung dibuat untuk menggambarkan benda dan hal-hal dalam imajinasi sang pembuatnya, seperti mobil, raksasa, monster, dan lain sebagainya.

Awalnya patung hanya dibentuk dari batu dan kayu. Namun, seiring berkembangnya zaman kekreatifitasan manusia semakin meningkat, jenis patung menjadi beragam, mulai dari besi, semen, bahkan ada pula patung yang terbuat dari susunan material-material tidak terpakai.

Para ahli dan seniman memiliki pendapat mengenai makna dari seni patung. Berikut ini merupakan pengertian seni patung menurut para ahli.

  1. B. S. Myers

Myers mengungkapkan bahwa seni patung merupakan seni patung yang dapat dilihat dari berbagai sudut karena berupa karya seni rupa 3 dimensi.

  1. Mikke Susanto

Pendapat Mikke Susanto terhadap seni patung adalah seni yang berupa bentuk 3 dimensi. Dan juga terdapat teknik pahatan atau potongan dalam pembuatannya agar dihasilkan bentuk yang detail.

Teknik Membuat Patung

Dalam membuat patung terdapat beberapa teknik yang perlu diperhatikan.

  1. Teknik Pahat

Jenis teknik pahat bisa dikatakan merupakan teknik utama dalam pembuatan patung sejak dahulu kala. Dahulu, patung hanya dibuat dengan menggunakan batu dan kayu utuh. Sehingga untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan dilakukan pahatan.

Alat untuk memahat patung biasanya merupakan benda yang tajam seperti pisau, gunting, gergaji, dan lain sebagainya.

Memahat patung juga tidak boleh sembarangan, diperlukan ketelitian, kejelian, dan kesabaran tingkat tinggi. Sebab, membuat patung yang bagus tidak hanya cukup waktu 1-2 hari, bahkan bisa berbulan-bulan tergantung kerumitan dan ukurannya.

  1. Teknik Cetak

Seperti namanya, teknik ini membutuhkan cetakan untuk membuat patung. Teknik ini tergolong teknik modern. Cetakan yang digunakan biasanya telah diproduksi pabrik. Tinggal mempersiapkan cetakan dua sisi lalu dijepit. Kemudian dimasukkan bahan cairan pembuat patung.

Bahan yang biasa digunakan untuk membuat patung dengan teknik cetak ini adalah gypsum. Cairan gypsum yang telah mengeras kemudian dikeluarkan dari cetakan dan dilakukan proses finishing berupa penghalusan dengan amplas dan pengecatan.

  1. Teknik Cor

Teknik cor sejatinya menggunakan konsep yang sama dengan teknik cetak, hanya saja material yang digunakan berbeda. Teknik cor menggunakan adukan semen sebagai bahan pembuatan patung. Caranya pun sama dengan menuangkan adonan cor ke dalam cetakan.

Hasil dari pemakaian cor ini menjadikan patung menjadi awet dan keras dibanding menggunakan gypsum, hanya patung-patung besar yang dibuat dengan teknik cor.

  1. Teknik Butsir

Hampir sama dengan cara membuat keramik. Patung yang dibuat dengan teknik butsir dapat disesuaikan ukurannya jika salah pembuatan. Hal ini karena cara pembuatan teknik butsir menggunakan material yang lunak, sehingga bahannya dapat ditambah dan dikurangi sesuai keinginan.

  1. Teknik Las

Seperti las biasanya yang digunakan untuk menggabungkan besi-besi pagar dan mobil teknik las ini juga dapat digunakan untuk membuat patung. Supaya dalam pembuatannya dapat dibagi menjadi part-part kecil, sehingga mudah diangkut. Patung yang dibuat dengan teknik ini biasanya dibuat dengan logam, seperti aluminium, besi, dan kuningan.

Lalu, setelah sampai di tempat tujuan, pemasangan dan perakitan baru dimulai dengan mengelas satu per satu. Teknik ini dinilai lebih cepat dan efisien. Namun, biayanya juga lebih mahal karena patung terbuat dari logam, seperti besi, aluminium, dan kuningan.

Teknik Membuat Seni Patung

Fungsi Seni Patung

Patung memiliki tujuan penggunaan berbeda tergantung yang menginginkannya. Patung memang tergolong seni rupa murni. Namun, patung tetap memiliki kegunaan meskipun tidak secara langsung. Berikut merupakan klasifikasi patung berdasarkan fungsinya yang dapat Anda ketahui.

  1. Patung Religi

Bagi kepercayaan tertentu, keberadaan patung merupakan sesuatu yang terpenting. Patung bagi mereka merupakan representasi dari Tuhan. Patung akan mereka sembah sebagai penghormatan dan ibadah kepada Tuhan. Patung religi umumnya berada pada tempat peribadatan seperti kuil. Patung ini akan sangat dikeramatkan dan sangat disegani.

  1. Patung Kerajinan

Jenis patung kerajinan murni dibuat untuk dilihat keindahannya, sehingga benar-benar merupakan seni murni. Patung kerajinan umumnya dimasukkan ke dalam galeri atau museum untuk diabadikan.

  1. Patung Dekorasi

Seperti namanya, patung dekorasi berfungsi untuk mendekorasi atau memperindah sesuatu, seperti patung yang diletakkan di dalam rumah untuk pajangan, patung yang digunakan saat acara pernikahan, patung untuk menghias taman, dan sebagainya. Patung ini hadir sebagai pelengkap untuk sekitarnya.

  1. Patung Monumen

Fungsi patung monumen lebih ditekankan kepada ikon atau simbol suatu wilayah dan juga untuk mengenang sosok pahlawan atau suatu peristiwa. Di Indonesia sendiri banyak patung monumen seperti, Patung Pancoran, patung Surabaya, dan masih banyak lagi.

  1. Patung Arsitektur

Hampir sama dengan patung dekorasi, patung arsitektur berfungsi untuk memperindah lingkungan sekitar. Namun, patung arsitektur memiliki fungsi lain, yakni sebagai bagian struktur bangunan tersebut. Seperti patung yang sebenarnya difungsikan sebagai pilar suatu bangunan. Dengan begitu bangunan lebih terlihat penuh dengan seni.

Lihat juga : Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

Jenis Seni Patung

Seni patung dibagi menjadi 2 yaitu seni patung realis dan seni patung imajinatif.

  1. Seni Patung Realis (Figuratif/Representatif)

Realis diambil dari bahasa Inggris real, yang berarti nyata. Sesuai namanya, jenis patung ini menggambarkan sesuatu secara nyata seperti keadaannya di alam, seperti patung hewan dan manusia. Tidak ada modifikasi bentuk dengan yang ada di alam dan dapat ditemukan perwujudan aslinya.

  1. Seni Patung Imajinatif (Nonrealis/Nonfiguratif)

Berkebalikan dengan patung realis, patung imajinatif merupakan patung yang dibentuk berdasarkan imajinasi seniman yang membuatnya. Hanya pembuatnyalah yang tahu rencana bentuk patung yang akan dibuat. Patung imajinatif biasanya memiliki bentuk yang aneh dan unik. Seperti monster, raksasa, alien, dan tokoh-tokoh fiktif lainnya.

Lihat juga : Macam macam pola lantai dalam tari

Kesimpulan

Demikian, penjelasan singkat mengenai seni patung. Hargai dan apresiasi setiap seni yang ada sebab seni tak ternilai harganya. Seni merupakan sesuatu yang bersifat subjektif. Artinya berbeda orang berbeda pula pendapatnya. Yang terpenting adalah tetap menghargai seni yang ada. Seni diciptakan bukan tanpa alasan, tetapi banyak makna dan filosofi di dalamnya. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.