Pakaian Adat Riau Serta Keunikan, Sejarah dan Gambarnya

Posted on

Pakaian Adat Riau

Pakaian adat Riau – Pakaian adat memang selalu memiliki makna dan juga filosofi yang harus diketahui oleh setiap bangsa Indonesia. Pakaian tradisional Melayu Riau sendiri terdiri dari berbagai jenis. Jenis pakaian ini tergantung pada situasi dan kondisi pemakainya dan kegiatan yang harus dilakukan, misalnya untuk acara resmi atau untuk dikenakan dalam kegiatan sehari-hari. Berikut adalah ulasan lengkap mengenai sejarah atau asal usul pakaian tradisional Riau.

Riau adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatera. Provinsi ini terletak di bagian tengah pantai timur pulau Sumatera, yang berada di sepanjang pantai Selat Malaka. Luas provinsi Riau sekitar 94,561 kmĀ². Riau sendiri berbatasan dengan Kepulauan Riau dan Selat Malaka di utara. Di sebelah Riau selatan berbatasan langsung dengan provinsi Jambi dan Selat berhala, di sebelah timur berbatasan oleh Laut Cina Selatan. Sementara di sebelah barat perbatasannya yaitu provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Ibu kota Riau sendiri adalah Pekanbaru.

Baju Adat Riau:

Sejarah Pakaian Adat Riau

Pakaian adalah simbol budaya yang menandai perkembangan, akulturasi, dan kekhasan budaya. Pakaian juga bisa menjadi penanda mengenai identitas suatu masyarakat dalam sebuah daerah, termasuk pakaian tradisional Riau. Nama pakaian adat kepulauan Riau sendiri adalah kebaya labuh dan teluk belanga.

Masyarakat Melayu Riau masih memegang pengaruh pribumi yang dirasakan dalam sikap dan perilaku mayoritas masyarakat, terutama di pedesaan / pedalaman. Kebiasaan Melayu Riau sendiri adalah begitu memegang adat melayu dan norma Islam.

Perpaduan Islam dan Melayu inilah yang kemudian membentuk budaya baru, salah satunya tercermin dalam pakaian masyarakat Riau yang dikenakan. Selain itu, pakaian dan perhiasan tidak hanya untuk memenuhi persyaratan atau untuk mempercantik penampilan tetapi juga mengandung semangat tertentu. Semangat inilah yang melingkupi nilai syukur dan kejujuran hidup masyarakat Riau dan menjadi filosofi pakaian melayu Riau.

Pakaian Tradisional Riau

pakaian adat riau
@qlapa

Teluk Belanga adalah kostum tradisional Riau. Seorang pria mengenakan kurung kurawal yang ketat, dilengkapi dengan kopiah. Di bawahnya laki-laki memakai celana panjang dengan baju warna yang sama. Di pinggangnya, laki-laki memakai kain yang terbuat dari tenun dan motif-motif khas budaya Melayu. Sementara untuk wanita mengenakan baju kurung jangkar dan belitan kain songket atau kain pilihan. Di bagian kepala wanita ditutupi dengan kerudung yang kemudian dibelitkan ke leher. Dengan demikian, rambut wanita tidak muncul dan bagian dada wanita benar-benar tertutup.

Pakaian Adat Melayu Kepulauan Riau

pakaian adat melayu kepulauan riau
@kamera budaya

Pakaian adat Riau sendiri terdiri dari pakaian resmi, sehari-hari dan pakaian pernikahan. Pakaian harian dikenakan setiap hari, baik oleh anak-anak, orang dewasa, dan orang tua. Pakaian sehari-hari dikenakan untuk kegiatan sehari-hari, misalnya ketika bekerja di ladang, bermain, ke laut, di rumah, serta kegiatan lainnya. Jenis pakaian untuk wanita, dikelompokkan menjadi pakaian wanita dan pakaian anak-anak wanita dewasa.

Sedangkan pakaian resmi atau pakaian tradisional dikenakan pada acara-acara tertentu yang berkaitan dengan acara resmi atau acara adat. Baju adat Riau modern terdiri dari Baju Kurung Cekak Musang dan kebaya laboh. Untuk baju Kurung Cekak Musang digunakan oleh laki-laki dewasa. Baju ini dilengkapi dengan sarung perekat dan kopiah di atas kepala.

Sementara untuk wanita, baju adat yang digunakan adalah kebaya laboh atau baju kurung tulang belut. Baju adat untuk wanita Riau ini dikombinasikan dengan kain sarung motif batik dan juga penutup kepala dari selendang. Selendang dalam bahasa Riau sendiri disebut dengan tudung lingkup.

Tudung lingkup juga salah satu baju adat Riau sehari-hari. Mengapa demikian? Karena banyak masyarakat Riau khususnya yang wanita melakukan kegiatan di ladang atau sawah menggunakan tudung lingkup atau tengkuluk.

Baju Adat Riau Anak Anak

pakaian adat riau anak
@bukalapak

Sementara baju adat Riau anak untuk sehari-hari yang digunakan oleh anak anak adalah baju monyet. Sementara jika anak tersebut usianya telah beranjak besar, maka pakaian adatnya adalah baju Teluk Belanga yang dikombinasikan dengan sarung atau celana setengah dan kopiah.

Sementara bagi anak perempuan sama halnya laki-laki yakni masih menggunakan baju monyet. Jika sang anak usianya telah beranjak dewasa, maka ia bisa mengenakan baju kurung yang bisa dikombinasikan dengan kain motif bunga.

Baca juga: Kebudayaan Sumatera Barat

Keunikan & Filosofi Warna Pakaian Adat Riau

pakaian adat riau modern
pakaian adat riau modern @lengkapkebudayaan

Warna, bentuk, dan model pakaian adat ditentukan berdasarkan filosofi Melayu Riau yang mengandung nilai-nilai tertentu. Warna yang sangat dominan di komunitas Melayu Riau adalah kuning keemasan, hijau lumut dan merah darah. Warna-warna di atas telah diwariskan secara turun temurun sejak nenek moyang orang Melayu di Tanah Kuning Sassy hidup.

Ketiga warna tersebut selalu terlihat di jilbab rumbai Riau dalam acara pernikahan adat atau kebesaran budaya Melayu. Berikut adalah filosofi warna dalam pakaian adat Riau :

  1. Warna hijau lumut.
    Hijau lumut melambangkan kesuburan dan kesetiaan, taat dan patuh, melawan ajaran agama. Warna baju hijau lumut sering digunakan oleh klan bangsawan, Tengku, dan Wan.
  2. Warna kuning keemasan
    Kuning keemasan melambangkan kebesaran, otoritas dan kemegahan. Warna kuning keemasan pada masa Kerajaan Siak, Riau Lingga, Indragiri dan Pelalawan merupakan warna larangan yang tidak boleh digunakan sembarangan sehingga warna kuning emas begitu tabu bagi rakyat biasa jika memakainya.
    Orang-orang yang berhak memakai pakaian dengan warna kuning keemasan adalah Sultan atau Raja dari tanah kerajaan-kerajaan Melayu. Sementara selir kerajaan atau istri Sultan bisa mengenakan warna kuning keemasan hanya pada upacara Kerajaan.
  3. Warna merah darah.
    Merah darah melambangkan kepahlawanan dan keberanian, taat dan setia kepada Raja dan rakyat. Warna merah mempunyai arti bagi masyarakat Riau sebagai kecemerlangan.
  4. Warna hitam.
    Warna hitam melambangkan kesetiaan, ketabahan dan bertanggung jawab dan jujur. Gaun hitam sering dikenakan oleh orang-orang hebat di Kerajaan dalam acara kebesaran atau seremonial Kerajaan.

Nilai-nilai dalam Pakaian Adat Riau

Inilah Nilai estetika sebenarnya yang terkandung dalam setiap baju adat tradisional Melayu Riau adalah sebagai berikut:

  1. Sebuah nilai tradisi.
    Pakaian yang dikenakan dalam upacara tradisional telah menjadi tradisi selama bertahun-tahun. Tradisi ini telah menjadi ciri khas dari keunikan dan komunitas yang ada dalam masyarakat. Dari pakaian adat yang dipakai, maka dapat dipelajari tentang tradisi masyarakat yang bersangkutan.
  2. Pelestarian Nilai Budaya.
    Pakaian adalah salah satu produk budaya modern yang semakin hari semakin banyak modelnya. Busana adat yang saat ini banyak digunakan masyarakat Melayu Riau adalah warisan budaya yang harus dilestarikan. Melestarikan pakaian tradisional sama halnya dengan melestarikan kekayaan budaya Melayu.
  3. Nilai Sosial.
    Pakaian menjadi simbol penanda status seseorang. Selain itu, melalui nilai-nilai yang dikandungnya, baju adat Riau juga berarti sebagai media untuk menyatukan masyarakat. Nilai-nilai sosial yang muncul dalam pakaian tradisional menyematkan makna tertentu yang dinilai dan ditafsirkan oleh orang-orang.

Baca juga: Kebudayaan Sumatera Utara

Ya, seperti itulah pakaian adat Riau dan filosofinya. Semua pakaian adat memang memiliki makna dan filosofi yang terinspirasi dari budaya yang ada di sekitar masyarakat Indonesia. Semoga ulasan ini bermanfaat.